Update Siang 17/2/2012

Siang ini, BEI masih menguat didorong oleh Wall Streen,dan masih terlihat sentimen yunani terus menguasi perdagangan , baik di bursa regional mupun bursa indonesia. Kesepakatan Yunain yang dijadwalkan pada 20 February 2012 sepertinya akan menjadi titip penting bagi perkembangan bursa gklobal dan Indonesia.

Dari Sesi 1 IHSG, sepertinya saham – saham property (BKSL, MDLN, DILD) mendominasi perdagangan BEI . Dan ke depannya, menyusul penurunan suku bunga saham – saham property maish bisa melanjutkan penguatan.

BMRI

BMRI

BMRI treolihat masih dalam downtrend jangka panjang, namun dalam jangka pendek ada potensi pembalikan arah.. Sebaiknya jangan masuk dulu sebelum ada konfirmasi trend positif jangka panjang,…

HEADLINE 17/2/2012

Regional :

- Dow naik ke level 3,5 Years high / harga tertinggi selama tiga setengah tahun ditutup di 12.904, dari teknikal, cenderung menuju keresisten psikologis 13.000. Didudukung oleh data ketenaga-kerjaan US dan harapan akan bail out yunani minggu depan.

- Oil jenis Brent naik ke atas level $120 per barrel, siap – siap nih harga pertamax dan pertamax plus naik lagi.

Dalam negeri :

- Laba INCO turun jadi $333 juta , ada penurunan produksi dan kenaikan biaya produksi di Q4 2011

 -

 
Medium

BI Rate Turun

BI telah menurunkan suku bunga sebesr 25 bps menjadi 5,75% dari sebelumnya 6%. Dan ini adalah suku bunga terendah sepanjang sejarah indonesia. dan melihat trend suku bunga yang terus menurun dan inflasi yang masih di bawah 4%, saya optimis di akhir tahun suku bunga bisa menjadpai 5,25% atau 5,50%.

Penurunan suku bunga dan suku bunga pebankan yang cenderung turun adalah salah satu hal yang perlu kita perhatikan untuk analisa saham di tahun 2012 ini. Di satu sisi, suku bunga yang terus turun akan membuat laba emiten akan makin meningkat sebab beban keuangan (beban bunga) emiten akan makin rendah. Yang awalnya harus membayar 100 miliar buat bunga hutang saja, bisa berubah menjai hanya 90 Milliard.

Di sisi lain, penurunan suku bunga ini akan membuat saham – saham berfundamental bagus yang sering membagikan dividen besar, akan terlihat menjadi sangat menarik. Hal ini disebabkan karena investor akan lebih tertarik memindahkan dananya dari deposito ke saham yang membagikan dividen besar.

Apalagi jika prospek ke depannya positif. LAgipula deposito dikenakan pajak bunga 20% sementara  pajak dividen hanya 10%. Saat ini dengan bunga deposito 6%, dikurangi pajak 20% berarti net 4,8%, Investor lebih memilih saham dengan dividen hanya 5,5% harga sebab dikurangi dividen menjadi 4,95%. Lebih besar bukan daripada bunga net deposito.

MAka saya melihat saha – saham dengan dividen di atas 5% dari harga saat ini, akan menjadi sangat menarik.

Ada satu pilihan saham buat member yang sudah saya informasikan hari ini. Salah satu penyebab saya memilih saham ini adalah fundamental emiten yang sangat positif, posisi hutang hampir nol, efisien dalam melaksanakan operasional perusahaan serta rajin membagikan dividen, 2x setahun serta dengan jumlah yang cukup besar. Dan terakhir tahun lalu, membagikan dividen dengan totak dividen +- 7% dari harga saat ini, dan target harga masih +100% dari saat ini…Happy cuan buat member…

 

Analisa TOTL 16/02/2012

Analisa Resiko

TOTL memiliki DER yang tergolong cukup rendah pada Q3 2011 yaitu 1,6x apabila dibandingkan dengan rata-rata sektoral building construction yaitu 2,54x. DER TOTL mengalami penurunan yaitu dari Q4 2010 sebesar 1,85x menjadi 1,6x pada Q3 2011. Dilihat dari segi profit margin, TOTL mengalami peningkatan dari 5,24% pada Q4 2010 menjadi 7,54% pada Q3 2011. Untuk melunasi hutang jangka panjangnya, TOTL memerlukan waktu sekitar 9,16 tahun. Hal ini tergolong masih berada di bawah rata-rata pelunasan hutang yaitu 5-10 tahun.

DER TOTL cenderung meningkat.

Analisa Return

TOTL memiliki ROE yaitu 17,56% yang tergolong cukup tinggi bila dibandingkan dengan rata-rata sektoral yaitu 11,19%. ROE TOTL juga mengalami peningkatan pada Q3 2011 yaitu dari 14,46% pada Q4 2010 menjadi 17,56% pada Q3 2011.

Total ekuitas, net margin, gross margin dan ROE cenderung meningkat.

Analisa Growth

Sales TOTL pada Q3 2011 bertumbuh dari 1 T menjadi 1,1 T atau bertumbuh YoY 3,3% sedangkan pertumbuhan profit TOTL pada Q3 2011 adalah dari 53 M menjadi 83 M atau bertumbuh YoY 56,18%.

Sales TOTL cenderung menurun, sementara gross profit dan net profitnya cenderung meningkat.

Analisa Harga

Dihitung dengan menggunakan metode yang terdapat di bei5000.com/chart/hargawajar.php (http://bei5000.com/chart/hargawajar.php?kode=TOTL&GR=20&DR=8&YEAR=10) menghasilkan harga wajar TOTL sebesar 795 per saham atau saat ini terdiskon 42,76% dari harga wajarnya. Saya menggunakan asumsi pertumbuhan 20% sedangkan pertumbuhan riil TOTL pada 3 tahun terakhir yaitu 46,4%.

Analisa WIKA 15/02/2012

Analisa Resiko

DER WIKA yang berada pada 2,54x sama besarnya dengan rata-rata DER sektoral building construction. DER WIKA ini tergolong tinggi karena berada di atas batas kewajaran yaitu 2x.. DER WIKA pun mengalami peningkatan dari Q4 2010 sebesar 2,49x menjadi 2,54x pada Q3 2011. Dari profit margin, WIKA mengalami penurunan dari 4,73% pada Q4 2010 menjadi 3,96% pada Q3 2011. Untuk hutang jangka panjang, WIKA membutuhkan waktu 2,54 tahun untuk melunasinya dan hal ini tergolong normal.

DER WIKA cenderung stabil.

Analisa Return

ROE WIKA yang berada pada 14,12% tergolong standar. Namun, apabila dibandingkan dengan rata-rata sektoral yaitu 11,19%, ROE WIKA tergolong cukup tinggi. ROE WIKA mengalami penurunan pada Q3 2011 yaitu dari 15,8% pada Q4 2010 menjadi 14,1% pada Q3 2011.

Total ekuitas, net margin, gross margin dan ROE WIKA cenderung meningkat.

Analisa Growth

Penjualan WIKA pada Q3 2011 bertumbuh dari 3,9 T menjadi 5,4 T atau bertumbuh YoY  37,9% sedangkan profit WIKA pada Q3 2011 bertumbuh dari 204 M menjadi 215 M atau  bertumbuh YoY 5,55%.

Sales WIKA cenderung menurun, sementara gross profit dan net profit nya cenderung meningkat dari tahun ke tahun.

Analisa Harga

Dihitung dengan menggunakan metode yang terdapat di bei5000.com/chart/hargawajar.php (http://bei5000.com/chart/hargawajar.php?kode=WIKA&GR=18&DR=8&YEAR=10) menghasilkan harga wajar WIKA adalah sebesar 1139 per saham atau saat ini terdiskon 36,78% dari harga wajarnya.

Saya menggunakan asumsi pertumbuhan 18%, sementara pertumbuhan riil WIKA pada 3 tahun terakhir yang rata – rata 24%.

Analisa MRAT – DER Terendah

Analisa Resiko

Pada Q3 2011, DER MRAT tergolong rendah yaitu 0,16x. Sementara rata-rata DER sektoral cosmetics and household adalah 0,56x. DER MRAT ini merupakan DER terendah dalam sektor. Namun, DER MRAT mengalami peningkatan dari Q4 2010 sebesar 0,14x menjadi 0,16x pada Q3 2011. Ditinjau dari segi profit margin, MRAT mengalami penurunan dari 6,6% pada Q4 2010 menjadi 4,6% pada Q3 2011. Untuk melunasi hutang jangka panjangnya, MRAT membutuhkan waktu sekitar 3 tahun.

DER MRAT cenderung stabil.

Analisa Return

ROE MRAT yang berada pada 5,13% tergolong kecil bila dibandingkan dengan rata-rata sektoral yaitu 36,8%. ROE MRAT juga mengalami penurunan pada Q3 2011 yaitu dari 7,23% pada Q4 2010 menjadi 5,13% pada Q3 2011.

 

Total ekuitas cenderung meningkat sementara net margin dan ROE cenderung menurun. Gross Margin MRAT cenderung stabil.

Analisa Growth

Penjualan MRAT pada Q3 2011 bertumbuh dari 252 M menjadi 286 M atau bertumbuh YoY  13,57% sedangkan profit MRAT pada Q3 2011 bertumbuh dari 9,39 T menjadi 9,46 T atau  bertumbuh YoY 0,71%.

Sales dan gross profit cenderung meningkat sedangkan net profit cenderung menurun.

Analisa Harga

Dihitung dengan menggunakan metode yang terdapat di bei5000.com/chart/hargawajar.php (http://bei5000.com/chart/hargawajar.php?kode=MRAT&GR=-5&DR=8&YEAR=10) menghasilkan harga wajar MRAT adalah sebesar 1026 per saham atau saat ini terdiskon 35,67% dari harga wajarnya.

Saya menggunakan asumsi pertumbuhan -5%, kurang lebih sama dengan pertumbuhan riil MRAT pada 3 tahun terakhir yang rata – rata -5,6%.

BEI 14/2/2012

BEI

BEI

Posisi BEI saat ini tergoong masidh sideway di range yang cukup lebar yaitu di antara 3900 – 4050. Jika BEI jebol support 3900 maka ada baiknya keluar dulu dari bursa..

Posisi BEI saat ini sednag tertekan oleh saham – saham perbankan dimana ad potensi menurunnya NIM perbankan karena suku bunga SBI yang makin turun akan juga menekan suku bunga perbankan.

Namun positifnya adalah , saat ini memang NIM perbankan di Indonesia tergoilong besar dan hal ini sedikit banyak menyebabkan pertumbuhan ekonomi terhambat karena besarnya beban pinjaman ke bank

Dengan turunnya NIM , maka dalam jangka panjang pertumbuhan ekonomi akan makin positif serta profit bank bisa makin besar JIKA perputaran kredit juga makin besar. Menurut saya turunnya NIM dalam jangka panjang jika diimbangi dengan peningkatan perputaran dana , akan snagat positif.