7 Tips Support dan Resistance (Price Action)

By | June 22, 2015

Support dan Resistance

Merupakan batas harga bawah dan batas harga atas perdagangan saham. Support merupakan batas bawah dan resistance merupakan batas atas.  Terkadang trader menemukan keculitan untuk menentukan posisi support dan resistance. Berikut 7 Tips untuk menentukan serta menggunakan support dan resistance dengan metode price action.

1. Gunakan Satu Time Frame

Timeframe

Timeframe

Pertama – tama tentukan timeframe yang ingin anda gunakan. Ini mungkin akan berbeda satu orang dengan orang lainnya, dan time frame yang berbeda akan mendapati hasil yang berbeda pula walau metodenya sama.

Biasanya saya menggunakan timeframe 1 bulan atau 3 bulan sebagai timerame ideal untuk menentukan support dan resistance. Jika dirasa terlalu lebar, kadang saya menggunakan timeframe 5 hari (1 minggu). Anda bisa memakai time

2. Gunakan Harga Terendah sebagai Support dan Tertinggi sebagai resistance

Setelah menentukan suatu time frame, maka gunakan harga terendah dalam timeframe teresebut sebagai Support dan harga tertinggi sebagai resistance. Misal timeframe yang digunakan adalah 1 bulan, maka harga terendah dalam satu bulan adalah Support dan harga tertinggi dalam tempo waktu 1 bulan sebagai resisten

Menentukan Support dan Resistance

Menentukan Support dan Resistance

Contoh Kasus BBRI di atas dengan menggunakan timeframe 1 Bulan. Jika menggunakan timeframe 1 bulan maka ambil harga terendah dan tertinggi BBRI dalam 1 bulan sebagai support dan resistance. Pada contoh kasus di atas, Support BBRI ada di 10.050 yaitu harga terendah satu bulan dan resistance BBRI ada di 12.750 yaitu harga tertinggi dalam rentang waktu satu bulan.

3. Tentukan Metode Yang Ingin Dipakai

Support dan resistance hanyalah suatu batas bawah dan batas atas dalam suatu perdagangan saham. Namun penggunaannya bisa beragam.

– Ada metode buy on support dan sell on resistance. Jadi metodenya adalah membeli di support dan menjual saat harga mencapai resistance (jual untung), atau jual rugi jika break support.

– Metode lainnya adalah buy on break resistance. Dengan anggapan setelah harga break atau naik di atas resistance, maka harga akan terus menguat. Sebaliknya jika ternyata turun, maka akan ada tindakan cut loss.

4. Cut Loss

23-cutloss

Melanjutkan point nomer 3. Jika ternyata tidak sesuai harapan, baik dalam posisi buy on break resistance, atau buy on support, maka tindakan cut loss dapat diambil sebagai tindakan untuk mengamankan modal dari kerugian yang lebih besar.

5. Support Menjadi Resistance

Support Resistance

Support Resistance

Ketika ternyata suatu level support ditembusi, maka support tersebut akan menjadi resistance. Juka Sebaliknya ketika resistance ditembusi, maka level resistance akan menjadi level support.

 

6. Money Management

Money Management

Money Management

Karena uang anda bukan tidak terbatas, gunakan money management dengan bijak. Salah satu caranya dengan menghindari membeli satu saham dengan seluruh dana yang anda miliki.

Untuk pemula, Hindari averaging down, karena jika ternyata harga terus turun,  berujung kepada kerugian yang berlipat ganda. (averaging down adalah tindakan menambah posisi pada saham yang sedang dalam posisi rugi)

7. Jangan Mengubah Timeframe

Timeframe

Timeframe

Salah satu masalah yang sering ditemui pada trader pemula adalah mengubah – ubah timeframe ketika dalam posisi rugi. Misal awalnya memakaiin trimerame 1 bulan dan didapati support di 10.000, ketika harga mencapai RP. 10.000 maka timeframe diubah ke 3 bulan sehingga supportnya 9500 sebagai pembenaran untuk tidak cut loss.

Tentukan Timeframe, Support, Resistance serta Trading Plan sebelum anda membeli dan jangan diubah – ubah.

Cara Cepat

Anda sudah tidak perlu bingung mencari angka – angka support – resistance dengan menggunakan metode price action. Sebab BEI5000 telah menyediakan fasilitas yang bisa membantu anda secara cepat menentukan posisi support – resistance.

Di bawah ini adalah Contoh Tabel HIGH – LOW BWPT tertanggal Penutupan 22 Juni 2015. Dari  tabel di bawah ini dapat kita lihat HIGH – LOW BWPT selama beberapa periode yaitu 5,10,20,50 , 100 dan 200 Hari.

High / Low
Period High Low
5 Days 396.00 350.00
10 Days 494.00 350.00
20 Days 494.00 303.00
50 Days 494.00 241.00
100 Days 494.00 241.00
200 Days 1120.00 241.00

Apabila anda ingin menggunakan periode waktu 1 bulan, maka gunakan 20 days sebagai patokan. Dan pada contoh di atas pada periode waktu 20 hari, angka HIGH di 494 adalah Resistance dan angka LOW 350 adalah support.

Break Out

 

Bisa dilihat pada chart di atas, setelah BWPT break Resisten di angka 395, BWPT langsung naik hingga ke 419.

Dimana bisa dapat fitur ini, langsung klik aja,

http://bei5000.com/saham/bwpt/teknikal

kode saham BWPT bisa diganti dengan kode saham yang anda inginkan.

Rekomendasi Buku

Analisa Teknikal Step by Step, Analisa Saham, 

Tersedia buku fisik Seharga RP. 150.000 Atau E-Book di Google Play
Ebook Analisa Teknikal Step by Step

Pemesanan hendrik_lwww@bei5000.com

Sumber Icon / Gambar :

Business vector designed by Freepik

Category: Level Pemula Teknikal

About roberthendrik

Trader, Investor, Start Up Entrepreneur, Penulis Buku Analisis Fundamental 1 dan 2,Buku Saham Para Mastter, Menguasai MA dan MACD , Analisis Teknikal Step By Step , Analisis Teknikal Jilid 1,2,3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *