Pivot Point : Day traders good friend (1)

By | May 22, 2015

Kebetulan selain swing traders and medium term investor, saya termasuk kelompok pencinta day trading ketika menunggu target trading tercapai atau dibuang. Biasanya kalo beberapa stock kesayangan saya ada orderbook position yang bagus dalam tape reading dan posisi entry dan exit cukup, saya menjelma menjadi day trader hahaha… aka scalper aka tukang copet.

Salah satu indikator kesukaan saya saat melakukan day trading adalah Pivot point indikator. Beberapa teman di BEI5000 sering bertanya “Saham XXXX gimana ci? masuk gak? trading plan gimana?”…. “Pivot nya bla bla bla kayanya gua tunggu di support1 aja, target exit R2, R1 lumayan sih bisa dapat 1%an”…. and they asked “PIVOT apaan sih?” hahahahaha…

Pivot point indicator adalah typical price indicator yang didapat dari hasil rata rata High, Low dan Closing Price pada rentang waktu tertentu untuk memperkirakan suport dan resistance yang mungkin terjadi. Pivot Point termasuk Leading Indicator.

Typical Price (pivot point) = (H+L+C)/3

Standard perhitungan Support dan Resistance Pivot Point adalah

R2 = P + (H – L) = P + (R1 – S1)
R1 = (P x 2) – L
P = (H + L + C) / 3
S1 = (P x 2) – H
S2 = P – (H – L) = P – (R1 – S1)

Selain ini ada beberapa jenis Pivot point lainnya seperti Fibonacci PP, Demark PP dll.

Angka angka R2, R1, P, S1 dan S2 menjadi support dan resistance dari rentang waktu tersebut. Untuk Stock rentang waktu nya adalah satu hari trading. Untuk Forex kebanyakan mereka menghitung Pivot point sesuai rentang waktu perdagangan mereka.

>> Support and Resistance adalah kata kunci dalam trading dengan menggunakan Pivot Point. 

 Bersambung ke edisi 2 …

http://bei5000.com/master/2015/05/22/pivot-point-day-traders-good-friend-2/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *