Setelah 1 bulan absen baru sekarang saya punya kesempatan untuk menulis lagi… =)
Selamat tahun baru buat semua pembaca milis dolgado!! Semoga tahun ini membawa berkah bagi kita semua. Now let’s get down to business: bagaimana prospek ekonomi dan IHSG tahun 2010 ini ?
Memasuki tahun 2010 ini perekonomian global belum pulih dari badai krisis finansial 2008 jadi tema ‘recovery’ masih akan mendominasi tahun ini. Namun untuk perekonomian indonesia (katanya, terutama kata pemerintah) akan terus membaik. Indonesia relatif terlindung dari krisis global, tercatat hanya satu kasus bail out (century) yang dilakukan pemerintah. Terlepas dari benar salahnya tindakan pemerintah, kenyataan membuktikan bahwa sektor finansial kita selamat dari badai krisis (cukup ironis jika sekarang mereka2 yang berani ambil keputusan untuk menyelamatkan sektor keuangan kita sekarang malah dihujat habis2an… tapi itulah politik.)
Sektor keuangan kita memang selamat (tidak hancur) tapi apa ini berarti perbankan kita cukup sehat? Coba kita lihat spread antara bunga yang diberikan bank dan bunga yang dibebankan kepada para debitur. Sekarang ini bunga tertinggi yang diberikan adalah 7% sedangkan bunga kredit masih ada di kisaran 12%. Spread yang sedemikian tinggi (5%) menunjukkan bahwa sektor perbankan kita masih enggan menyalurkan kredit murah. Ini akan menghambat daya saing pengusaha2 lokal dibanding dengan kompetitor mereka di luar negeri yang menikmati bunga kredit yang murah. Belum lagi dengan trend penguatan rupiah yang walaupun menurut saya tidak akan berlangsung lama, tetap saja menghantam kompetensi eksport kita.
Di lain pihak, seharusnya penguatan rupiah ini dimanfaatkan untuk import barang2 produktif se besar2nya. Dengan positioning yang sedemikian rupa, ketika rupiah kembali melemah (pasti akan terjadi dengan bunga acuan BI rate jauh lebih tinggi drpd negara2 maju yang menjadi benchmark, pendeknya pertambahan rupiah jauh lebih cepat daripada mata uang acuan) maka kita ada di posisi siap bersaing dengan produk2 luar negeri. Tapi ada satu kendala: birokrasi. Sekarang ini ada wabah yang melanda para pejabat kita: “wabah takut salah”. Yang (merasa) tidak melanggar aturan saja bisa dicari2 kesalahannya (dicarikan aturan yang kira2 dilanggar), apalagi yang tidak tau aturan… sudah hampir pasti akan melanggar. Sedangkan untuk tau aturan seluruhnya jelas tidak mungkin karena ketika mengerti 1 aturan, ada 3 aturan lagi yang sudah dikeluarkan. Mengapa bisa begitu banyak aturan? …mungkin itu benchmark bagi mereka2 yang bikin aturan, bahwa produktivitas mereka diukur dari jumlah peraturan yang dibuat. Mengambil istilah mantan wapres JK: “hutan rimba peraturan”. Hutan inilah yang harus dibabat sebelum negara kita bisa maju.
Pemerintah sedang mengusahakan kredit murah utk pengusaha, namun perlu pula dipikirkan birokrasi yang ada untuk dunia usaha. Apa gunanya dapat pinjaman ketika mau mengurus perizinan harus menunggu ber bulan2, mungkin ketika izin baru keluar kompetitor di luar negeri sudah memasarkan produknya ke negara tujuan. Namun sedikit angin segar adalah ketersediaan listrik dari PLN, proyek2 yang direncanakan akan segera (atau mungkin sudah) operasional. Bisa dibayangkan negeri ini yang setahun lalu dihadapkan pada krisis listrik saja masih mampu mencatatkan pertumbuhan yang lebih baik dari negara tetangga, apalagi ketika kebutuhan listrik tercukupi, seharusnya outlook ekonomi kita makin positif.
Bagaimana dengan prospek IHSG? Saya pernah berkomentar di milis saya optimis IHSG akan menembus level 2600 sebelum akhir tahun. Ternyata prediksi saya sedikit meleset, baru pada 5 januari IHSG menembus level 2600. Tapi saya gembira prediksi saya meleset, karena saya punya keyakinan (maklum pasar saham itu mistis sekali… coba tanya suhu2 yang sudah pengalaman, pernah salah nggak?, nggak ada yang nggak pernah salah walau ilmu sudah langit ketujuh – warren buffet saja bisa salah. Itulah mengapa saya sebut ‘mistis’) bahwa apabila IHSG ditutup sangat positif (2600+) awal tahun bisa terjadi koreksi. Saya kira semua sepakat bahwa ekonomi baik global maupun lokal tahun 2010 akan lebih baik daripada tahun 2009 . Itu adalah sisi positif yang akan berimbas pada pasar saham. Negatifnya, karena ekspektasi yang positif itu, apabila ada penyimpangan dalam realisasi ekspektasi positif tersebut bisa jadi akan terjadi koreksi besar2an. Belum lama kasus dubai world mengguncang dunia, sepertinya pesta tahun baru para trader & broker (dan saya yakin mereka pesta besar karena cuan cukup besar di 2009) membuat mereka lupa bahwa krisis belum sepenuhnya berlalu. Apabila utang swasta di bail out oleh pemerintah, bagaimana dengan utang pemerintah? siapa yang mau bail out? …ada yang berpikiran ini tidak akan terjadi, impossible katanya. Tapi tiga tahun lalu siapa yang berani bilang bahwa AIG, lehman bros, citibank, dll akan collapse?
Secara umum apabila tidak ada kasus2 yang mengguncang pasar saham (seperti BUMI mesti bayar pajak rp 2 trilliun, atau gagal bayar obligasi persh besar) maka IHSG akan terus terangkat ke atas. Mendekati LK Q1 apabila seluruh indikator menunjukkan signal positif maka bisa diprediksi indeks akan menghijau. Tinggal masalah seberapa tinggi dan seberapa cepat IHSG akan terkerek naik. Semakin tinggi dan semakin cepat, tentu resiko koreksi juga semakin besar.
Namun terlepas dari itu semua, untuk IHSG sangat susah diprediksi karena faktor asing sangat besar. Bagi mereka market caps BEI sangat kecil, jadi cukup mudah untuk ‘dimainkan’. Memprediksi arah pergerakan IHSG tidak lepas dari prediksi pasar global. Namun saua relatif cukup optimis untuk jangka waktu satu bulan ini. Salah satu pemicunya adalah larinya dana para pemilik deposito ke pasar modal. Sekedar info, sebelum akhir tahun 2009 terutama di bulan desember, bank2 besar kita ramai2 menawarkan ’special rate’ bagi pemilik deposito, ini adalah window dressing untuk laporan keuangan mereka di akhir tahun. Umumnya ini ditawarkan dalam jangka waktu tertentu. Setelah itu tentunya balik lagi ke normal rate deposito, ketika ini terjadi bisa jadi para pemilik deposito ini akan beralih ke pasar modal baik secara langsung atau membeli produk reksadana.
Selama tahun 2009 karena indeks terus naik, saya yakin rekan2 investor banyak yang cuan banyak. Bagi yang mengalami kerugian mungkin sebaiknya beralih ke deposito… kalau indeks hijau saja tidak bisa cuan, apalagi kalau merah (atau jangan2 yang rugi karena pada short?? ….hehehe). Untuk tahun ini saya pribadi di posisi wait, menunggu koreksi tajam untuk tambah posisi. Namun koreksi ini kemungkinan akan terjadi dalam waktu yang tidak singkat, bisa jadi setelah LKQ1 keluar, atau bahkan sama sekali tidak ada koreksi tajam di tahun ini! Kuncinya ya timing (dan analisa baik fundamental / teknikal yang kuat). Dan tentu saja… jangan lupa untuk beramal apabila sudah cuan besar, meskipun saya jarang praktek tapi saya yakin kebaikan akan berbuah kebaikan!!!
Salam,