Kapan kita berhenti untuk belajar? Ketika dunia berhenti berkembang dan teknologi tidak lagi mengalami kemajuan, atau ketika kebudayaan berhenti menjadi lebih baik dan tetap diam dimana budaya kita ada sekarang. Dengan kata lain, kita boleh berhenti belajar bila tidak ada lagi perubahan jaman. Selama dunia masih bergerak dan berubah, kita tidak boleh berhenti belajar.
Mengapa demikian? Tujuan kita belajar adalah untuk memahami apa yang akan kita hadapi dalam hidup ini, sehingga kita dapat menghadapi tantangan dan kesempatan yang ada dengan sebaik mungkin. Bila budaya dan kondisi dunia yang kita tempati sekarang cenderung tetap, maka kita tidak perlu banyak belajar mengenai berbagai hal yang baru. Cukup dengan menghafal apa yang terjadi di masa lalu, kita dapat mengantisipasi masalah yang akan terjadi. Namun sayangnya keadaan yang kita hadapi tidak seperti itu.
Bumi yang kita tinggali sekarang, penuh dengan perubahan dan kemajuan teknologi yang tidak terelakan. Meskipun tinggal di pedalaman, pasti lama-kelamaan akan kerasa dampaknya. Bahkan, perubahan yang terjadi, selalu mengarah pada kemajuan kebudayaan yang semakin baik. Hal ini berdampak luar biasa pada proses belajar kita. Kita dulu mungkin hanya belajar menulis, sekarang harus mampu mengetik di Komputer. Dulunya hanya perlu menulis surat dan menelpon lewat telpon umum, sekarang harus belajar menggunakan Internet dan email serta HandPhone. Kita harus terus belajar, karena kita hidup dalam dunia yang berkembang. Sehingga ilmu yang telah kita pelajari tidak akan pernah cukup.
Ada 2 hal internal yang mempengaruhi proses belajar seseorang. Kemampuan untuk belajar, dan kemauan untuk belajar. Kemampuan untuk belajar mencakup daya tangkap dan daya ingat seseorang. Hal ini tergantung dari IQ yang dimiliki seseorang. Kemampuan belajar tiap-tiap orang sangat beragam. Ada yang cepat tanggap dan mudah mengingat, namun ada juga yang baru mengerti suatu hal setelah dijelaskan berulang-ulang (lemot). Hal ini dinilai diluar kekuasaan kita untuk mengendalikannya. Setiap orang mungkin ingin terlahir dengan memiliki IQ (kecerdasan intelektual) yang tinggi, namun hanya sebagian kecil yang mendapat anugerah tersebut.
Hal yang lain adalah Kemauan seseorang untuk belajar. Hal ini mencakup motivasi dan tujuan yang hendak dicapai dari Proses Belajar yang dilakukan. Aspek ini, jauh lebih dapat dikendalikan daripada aspek yang pertama (kemampuan belajar). Kita dapat meningkatkan kemauan kita untuk belajar. Dengan menyadari pentingnya ”Belajar” dalam kehidupan kita, dengan sendirinya kita akan termotivasi untuk belajar. Bila kita sudah termotivasi, maka belajar akan terasa menyenangkan. Belajar tidak lagi menjadi beban, karena kita sudah menyukainya.
Apa saja keuntungan dari ”belajar” atau mempunyai kemampuan dan kemauan Belajar yang baik? Buat saya pribadi, bisa jadi apa saja yang saya inginkan, dan mendapat segala hal yang saya butuhkan. Karena dengan kemampuan/kemauan belajar, kita dapat mempelajari hampir semua hal. Dengan begitu, kita dapat melakukan dan ahli dalam berbagai hal yang kita pelajari. Maksud saya dengan ”belajar” bukan hanya menguasai pengetahuan dan teori tertentu, apalagi mengenai belajar untuk bisa lulus ujian sekolah atau tes pegawai. Belajar yang dimaksud disini adalah menguasai keahlian tertentu, dan melakukannya dengan baik. Merencanakan anggaran bulanan, memainkan alat musik, dance, manajemen-waktu, bahkan memimpin perusahaan, dapat kita pelajari. Namun dalam hal ini, kemampuan yang ingin kita pelajari adalah Finansial Planner dan hal-hal lain yang mendukung.
Jadi walau relatif sulit meningkatkan kemampuan belajar kita, kita dapat meningkatkan kemauan kita untuk belajar.
