lazada.co.id

Hasil Laporan Keuangan Emiten Q1 2013

By | May 4, 2013
Hasil Laporan Keuangan Emiten Q1 2013

Hasil Laporan Keuangan Emiten Q1 2013

Di atas merupakan hasil LK Emitem BEI Q1 2013. Sekilas terlihat bahwa emiten perbankan mengalami pertumbuhan tertinggi dimana laba BBCA tumbuh 20,85% , BMRI  tumbuh 23.09% , BBRI tumbuh 20,10% dan BBNI tumbuh 17,81% . Sementara emiten yang bergerak di bidang komoditas CPO dan Coal mengalami penurunan yang terbesar, LSIP dan AALI mengalami penurunan laba masing – masing -66% dan -5% . Sementara HRUM mengalami penurunan laba hingga -89%.

Sengaja saya tidak memuat semua perusahaan Coal dan CPO, namun hanya mengambil AALI, LSIP  serta HRUM sebagai sampel.

ASII :

Sekilas terlihat laba ASII mengalami penurunan 7% dan hal ini mungkin menyebabkan ASII dalam beberpa hari terakhir mengalami penurunan tajam, hingga pada perdagangan jumat lalu ASII ditutu turun 300 atau turun 4,16% ke posisi terendah di tahun 2013 ini yaitu di 6900 .

Perlu kita ingat kembali , ada tiga kontributor terbesar pendapatan dan laba ASII yaitu dari sektor otomotif, sektor perkebunan (CPO) oleh AALI dan sektor Alat berat dan Pertambangan (UNTR).

Menurut sata penurunan harga CPO dan Batubara membuat laba dari sektor CPO, Alat berat dan batubara mengalami penurunan luar biasa. Namun laba ASII hanya turun 7%. Sekilan ini jelek, namun kalau dilihat lebih lanjut lagi, sebenarnya penurunan yang hanya 7% ini adalah signal baik, yang berarti pertumbuhan pendapatan dari sektor otomotif mampu menunjang laba ASII sehingga laba hanya turun 7%. Sementara YoY harga CPO turun dari 3300 ke 2200 atau turun 30%, sementara harga Coal turun dari $120 ke $100 atau turun 16%

Untuk tahun 2013 sendiri, isu LCGC (low cost green car) akan cukup mempengarugi ASII, jika LCGC ini keluar maka penjualan ASII dari sektor otomotif akan mengelami peningkatan yang cukup signifikan.

Untuk target harga sendiri saat ini saya hanya berani memberikan target PE 15x atau RP. 6360 per saham. Namun jika harga CPO bisa pulih ke atas RM 2600 per ton atau harga batubara bisa naik serta regulasi LCGC di gol kan oleh pemerintah, maka target harga ASII bisa menjadi RP. 8000 – 9000 per saham, dengan asumsi EPS meningkat ke RP. 450-500 per saham, mengingat Q1 adalah kuartal terlemah bagi industri otomotif.

Kenaikan harga BBM sendiri diperkirakan tidak akan mengganggu penjualan kendaraan bermotor.

 Banking (BBCA, BMRI, BBRI dan BBNI)

Untuk tahun ini, sepertinya sektor perbankan telah  mengalami peningkatan yang signifikan pada Q1 2013, dimana rata – rata laba bank besar tumbuh di atas 20%. Dengan naiknya harga property  serta  tingginya permintaan akan kredit kendaraan, saya rasa pertumbuhan laba bank masih bisa terus terjadi. Untuk indonesia sendiri, saya melihat akses ke perbankan masih belum terbuka lebar, marketinig kartu kredit memang seringkali menawarkan kartu kredit dengan bertubi – tubi namun untuk approval / persetujuan masih tergolong sangat sulit.

Saya pribadi hingga saat ini tidak bisa memiliki kartu kredit karena tidak pernah disetujui dari pihak bank. Sementara untuk kredit propert sendiri, masih banyak orang membeli property dengan CASH atau tunai tanpa menggunakan kredit dari bank. Hal ini menunjukan bahwa ke depannya peluang perkembangan / ekspansi kredit masih besar. 

Untuk target harga saya berani target PE 20x untuk BBCA dan 15x untuk BMRI, BBRI dan BBNI mengingat BBCA memang biasa dihargai mahal, sementara BMRI , BBRI dan BBNI saya rasa cukup dihargai dengan PE 15x. mengingat ada resiko dari sisi inflasi jika BBM dinaikan.

Komoditas CPO, Coal ( AALI, LSIP dan HRUM)

Bagi saya harga saham emiten Coal dan CPO saat ini sudah MURAH.  Namun melihat perkembangan yang ada, saya rasa harga murah tersebut masih bisa lebih murah lagi. Saat ini dengan hasil Q1 2013 AALI dan LSIP diharga masing – masing dengan PE 19 dan 27x sementara HRUM dihargai dengan PE 38x.

Untuk tahun 2013 saya memberikan target harga AALI den LSIP masing – masing dengan target PE 15x untuk AALI dan 25x untuk LSIP.  sehingga AALI ditargetkan 13.560 dan LSIP 1400 per saham. Bahkan jika harga CPO terus turun, maka target harga LSIP bisa turun ke 1000 per saham bahkan 900. Untuk HRUM target PE 30x atau Rp. 2693 per saham.

Saya melihat dalam jangka pendek saham Coal dan CPO masih akan penuh tekanan, namun positifnya adalah, bagi pemodal yang saat ini tidak memegang saham komoditas, ini menjadi peluang yang sangat bagus, bukan berarti saat ini langsung beli saham komoditas, namun alangkah baiknya tunggu hingga saham komoditas hancur berdarah – darah, baru mulai masuk, dan mungkin panen di tahun 2014. Hal ini sudah saya jelaskan pada acara gathering klub saham di bandung Kamis 2 Mei 2013, materi bisa download di :

Gathering Klub Saham Bandung 2 mei 2013

Sedikit tambahan untuk saham komoditas, mengingat harga komoditas dunia yang sangat mudah berubah, maka pelaku pasar yang ingin masuk ke saham komoditas ada baiknya terus melihat harga komoditas dunia, karena seluruh target harga yang saya tulis sangat bergantung pada harga komoditas CPO dan Coal sehingga ketika hrga CPO dan Coal berubah maka sleuruh target harga untuk saham CPO dan Coal menjadi tidak valid. Bahkan ada baiknya untuk kedua sektor ini, hanya menggunakan analisa teknikal saja, jangan fundamental.

Telekomunikasi (TLKM) :

Baca dulu materi gathering karena di dalamnya ada keterangan tentang sektor telekomunikasi.

Ada sedikit perbedaan antara situasi sektor telekomunikasi saat ini dan beberapa tahun lalu. Kalau beberapa tahun yang lalau, sektor telekomunikasi sempat tertekan karena situasi persaingan yang amat tajam, saat ini situasi persaingan sudah jauh lebih baik. Perang tarif dan iklan sudah tidak separah dulu. Dan juga saya melihat hukum alam berlaku disini, yang kuat yang menang. Dan saya melihat pemenang di sektor telekomunikasi adalah TLKM. Sementara ISAT dan EXCL mengalami stagnansi serta penurunan laba, TLKM malah mencatatkan kenaikan laba 4,67% dan laba TLKM Q1 2013 adalah laba TLKM tertinggi sepanjang sejarah. Sebagai perbandingan anda bisa baca analisa saya tentang MICE. http://bei5000.com/2012/06/26/mice-untuk-investasi-jangka-panjang/

Situasinya tidak jauh berbeda dengan MICE, setelah TLKM mengalami laba yang stagnan dari tahu 2006, akhirnya pada tahun 2012 laba TLKM kembali ke All time high di kisaran 12,8T pada tahun 2012,. sementara pada Q1 saja laba TLKM naik ke 3,47 T atau jika disetahunkan secara linear akan menjadi 13,88 T dan bahkan bisa meningkat karenab iasnaya untuk sektor telko, Q3 dan Q4 mengalaami kenaikan luar b iasa karena ada even lebaran, natal dan tahun baru serta karena peningkatan perputaran ekonomi.

Sehingga untuk TLKM saya memberikan target harga PE 20x atau 14.480 per saham.

GJTL dan GGRM 

bisa baca dulu

http://bei5000.com/2013/04/27/contoh-analisa-member-gjtl-dan-ggrm/

Untuk GJTL tidak ada revisi target tetap kisaran 3500-4500

sementara GGRM setelah LK Q1 2013 keluar, saya merevisi target GGRM ke 32.640. sambil melihat perkembangan regulasi pemerintah terhadapap industri rokok. untuk GJTL sendiri mirip ASII, perkembangan regulasi LCGC akan sangat mempengaruhi industri ban dalam negeri.

Walaupun saya pribadi cukup optimis dengan sektor otomotif karena indonesia dalam beberapa tahun ke depan ditargetkan menjadi basis industri otomotif di Asean. Hal ini jgua menyebabkan banyak perusahaan asing seperti Toyota, Honda, dll telah menanamkan modal yang sangat besar untuk membuka pabrik di Indonesia. Dan hal ini ditunjukan dengan naiknya saham – saham sektor property yang bergerak di kawasan industri, karena tingginya permintaan akan lahan industri.

Ada lagi dua saham yang saya amati, saham pertama memiliki potensi Gain 87% dari harga saat ini dengan target PE 10x karena ada momentun growth serta pabriknya baru beroperasi, sementara saham kedua memiliki potensi gain hingga 101,83% karena tahun ini banyak akuisisi serta sedang banyak ekpansi, hanya akan saya buka untuk member.

=====================

===============

Ingin lebih banyak pilihan saham , bisa menjadi member bei5000.com

Bagi yang ingin jadi member ada 2 cara

1. Saya membuka saat ini hanya membership mingguan, dengan fee Rp. 300.000 per bulan

2. Menjadi nasabah PT Jasa Utama Capital sehingga mendapatkan free email member dari saya  (fee beli 0,15% dan jual 0,25%)

====

Comments

comments

Leave a Reply

Connect with:

No provider registered!
Please visit the Settings\ WP Social Login administration page to configure this plugin.

Your email address will not be published. Required fields are marked *