lazada.co.id

Siklus Kenaikan Harga Saham (1: Dividen)

By | September 12, 2012

Ditulis awal agustus 2012

Ada pertanyaan datang pada saya tentang siklus saham,

Apakah kenaikan (atau penurunan) harga suatu saham bisa diprediksi dengan siklus ?

jawaban :

Tentu kenaikan atau penurunan suatu saham tidak ada yang dapat memprediksi walau dengan cara secanggih apapun. Namun ada suatu metode pendekatan yang bisa dipakai. Yaitu dengan mengamati pergerakan harga saham tahunan dan mencari tau kapan suatu saham naik dan biasanya saya mencari aksi korporasi yang mendekati tanggal kenaikan saham tersebut.

Sebenarnya sebelum menulis artikel ini saya memiliki sedikit kekuatiran, jangan sampai karena banyak yang baca artikel ini akhirnya dari pihak market maker/bandar mengubah strateginya. Minimal mengubah tanggal kenaikan harga sahamnya sehingga sayalah yang pertama dirugikan, karena tidak lagi bisa menikmati “easy money” atau uang mudah. Namun saya juga ingin memberikan kontribusi yang sebesar – besarnya bagi masyarakat pasar modal di Indonesia. Saya percaya ini hal yang saya tabur, suatu saat saya akan menuai yang lebih besar lagi.

Sebelum membahas kenaikan harga saham secara siklikal (bersiklus), ada baiknya kita memahami bahwa salah satu alasan orang untuk membeli saham adalah untuk mendapatkan dividen. Dan selama ini dividen adalah salah satu penggerak harga saham yang cukup signifikan. Terutama bagi saham dengan dividen yield yang besar (prosentase dividen terhadap harga saham besar). Besar disini maksudnya adalah di atas 4%.

Contoh Kasus pertama : ADMF

ADMF

ADMF

Contoh kasus pertama kita bisa lihat pada saham ADMF dimana dalam 2 tahun terakhir saham ADMF naik dari awal tahun hingga memuncak di pertengahan tahun (juni) setelah itu turun drastis dan kemudian mulai naik lagi hingga juni tahun depan.  Setelah diselidiki ternyata setiap bulan juni dalam beberapa tahun terakhir ADMF membagikan dividen dalam jumlah yang cukup besar

Corporate Action EX Date Distribution Date Ratio Descrioption
CASH DIVIDEND 2011-06-14 2011-06-28 954.14 Rasio Dividen Tunai adalah setiap 1 Saham akan memperoleh Rp 954,14 (sembilan ratus lima puluh empat Rupiah koma empat belas sen)
CASH DIVIDEND 2010-06-02 2010-06-16 242.48 Rasio Dividen Tunai adalah setiap 1 Saham akan memperoleh Rp 242,48 (Dua Ratus Empat Puluh Dua Rupiah koma Empat Puluh Delapan Sen)
CASH DIVIDEND 2009-04-28 2009-05-08 510 Rasio Dividen Tunai adalah setiap 1 Saham akan memperoleh Rp 510- (lima ratus sepuluh Rupiah)
CASH DIVIDEND 2008-05-06 2008-05-21 280 Rasio Dividen Tunai adalah setiap 1 saham akan memperoleh Rp 280,-
CASH DIVIDEND 2007-06-21 2007-07-05 232 0000-00-00
CASH DIVIDEND 2006-07-20 2006-08-03 238 0000-00-00
CASH DIVIDEND 2005-08-18 2005-09-01 298 0000-00-00

Di atas adalah tabel data dividen ADMF hingga tahun 2011, sebagai tambahan tahun ini ADMF membagikan dividen sebesara RP. 791 per saham dan dibagikan dengan cum dividen 1 Juni 2012. Agaknya strategi di ADMF ini sudah mulai ketahuan sehingga sebelum cum dividen pun harga saham sudah turun. Seperti yang saya katakan di awal dan sering saya katakan dalam tulisan – tulisan sebelumnya bahwa tidak ada satu pun metode yang pasti di saham. dan Metode apapun yang diketahui banyak orang seringkali bisa menjadi bumerang bagi pemakainya.

Dividen ADMF tergholong sangat besar. Rp. 954 tahun lalu dan RP. 791 tahun ini, jika ada yang beli ADMF di harga RP. 10 ribu per saham maka total dividen yang didapat dalam 2 tahun terakhir adalah sebeaar Rp. 1745 per saham atau 17,45% dan ini setara dengan 3 tahun bunga deposito di bank. Bagi investor yang tidak mau repot dengan pergerakan harga saham dan view nya adalah long term, saya rasa ADMF menjadi salah satu pilihan yang cukup tepat.

Resiko membeli ADMF adalah jika anda slaha posisi dalam membeli ADMF, maka anda harus menunggu satu tahun berikutnya saat hargaa ADMF naik lagi menjelang dividen baru bisa jualan. Misal anda beli di 15.000 dan telat jualan atau tidak bisa jualan pada saat cum dividen, biasnaya harga akan turu mauh sekali bahkan turun hingga 40% baru kemudian naik lagi.

Positifnya, misal anda beli ADMF di harga 15.000 dan dapat dividen RP. 954 per saham, setelah ADMF turun ke 9000an, dengan uang dari dividen anda beli ADMF lagi, tahun depan, uang dividen anda akan bertambah karena dari 9000an di tahun 2011 harga ADMF naik lagi hingga sempat 14.000 di tahun 2012. Saya rasa dengan strategi ini, dividen total yang anda dapatkan per tahun bisa lebih dari 15%.

Hal yang perlu diperhatikan tentang ADMF adalah, karena ADMF bergerak di industri pembiayaan, dan salah satu pembiayaan terbesar ADMF adalah kredit kendaraan bermotor (mobil dan motor) maka DP minimal 30% akan memiliki pengaruh yang besar bagi pertumbuhan ADMF sekaligus juga berpengaruh terhadap dividen ADMF. Namun melihat fakta pertumbuhan penjulan mobil pada July 2012, saya masih memiliki pandangan positif tentang ADMF.

Contoh Kausus Kedua : MICE

MICE

MICE

Pada MICE dengan mudah kita bisa melihat posisi masuk MICE terbaik (LOW) ada di kisaran 200-400 dan target HIGH adalah di kisaran 450-740. Hal ini mungkin ada hubungannya dengan dividen MICE yang sebesar 20 per saham pada tahun 2009, 2010 dan RP. 24 per saham pada tahun 2011, serta 20 per saham tahun 2012 dengan cum dividen 3 september 2012.

Dan dari chart bisa kita lihat bahwa MICE naik pada bulan agustus 2009, agustus – september 2010, july-agustus 2011 dan tahun ini MICE sudah naik pada february 2012, dan mudah2an saja pada September 2012 bisa naik lagi.

kalaukita sesuaikan dengan tanggal ex-dividen MICE  12 Agutus 2009, 2 Agustus 2010 dan 15 September 2012, satu hal yang sama dari ketiga tanggal tesebut dan cum dividen di tahun 2012 ini (3 september 2012) adalah ketiga tanggal dividen tersebut berada di kuartal ketiga.

Jadi dari sini kita bisa memakai strategi sederhana :

1. Beli di Q1-Q2 dan jual di Q3

2. Beli di kisaran harga 200-400 untuk investasi, karena di harga 200, dengan dividen Rp. 20 per saham saja maka dividen yang didapat sudah mencapai 10% di harga 400 pun masih cukup  layak karena dividen yang dibagikan sebesar 5%. Setara dengan bunga deposito setahun, apalagi jika dividennya anda “bungakan” lagi dengan cara membeli MICE saat turun.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan tentang strategi ini :

1. Pastikan perusahaan yang rajin membagikan dividen, dalam hal ini, dividen merupakan suatu “jaminan” bagi investor

2. Pastikan harga beli setara dengan yield dividen minimal 5% alangkah baiknya jika 10%, angka 5% setara dengan bunga deposito setahun dan 10% setara dengan deposito 2 tahun

3. Carilah perusahaan dengan bisnis yang tergolong market leader seperti MICE dan ADMF adalah market leader di bidangnya. MICE leader di pemasaran produk bayi dan ADMF adalah leading di multifinance. Serta memiliki history keuangan yang stabil. Stabil disini adalah pertumbuhan tidak terlalu volatil (naik turun)

4. Untuk target jual, kalau anda memang mau invest berarti jangan jualan. Tapi yang ingin trading jangka menengah, ada baiknya setelah mencapai batas atas atau mendekati yield dividen 3% langsung dijual, contoh MICE di harga 600. Atau bisa juga anda  lihat historis pergerakan harga saham , di wilayah mana harga saham tersebut sepertinya mulai melemah.

5. Mengenai dividen yang cukup pentinbg untuk dipertimbangkan adalah pertanyaan “apakah perusahaan mampu mempertahankan dividen di periode yang berikutnya? ataukah dividen yang besar tersebut hanya sementara”.  Contoh kasus yang baru – barus saja terjadi adalah ANTM, dimana harga ANTM turun dari 2000an hingga ke 1120 walau ANTM membagikan dividen sebesar   Rp. 90.99, sehingga kalau dihittung dari Rp. 1100 per saham maka setara dengan yield divdien sebesar 8,1% . Hal ini menurut saya disebabkan oleh karena walau investor mengetahui yield dividen yang akan dibagikan ANTM besar , namun investor melihat bahwa ANTM akan kesuilitan mempertahankan laba di periode mendatang karena harga nikel yang rendah. sehingga walau dividen yang ditawarkan oleh ANTM besar namun tidak mampu menarik minat investor untuk membeli saham ANTM. Hal seruipa pernah terjadi di ANTM doi tahun 2008, dimana walau dividen ANTM sebesar 215  per saham namun harga ANTM turun dari 5250 hingga ke 2300, setelah itu di  tahun 2009 dan 2010 dividen ANTM turun menjadi masing – masing Rp. 57 dan Rp. 23 per saham. dan hingga saat ini harga ANTM belum pernah pernah kembali ke harga tertingginya di 5250,m bahkan saat ini hanya sekitar 20% dari highest di  tahun 2008.

Di topik lain akan coba saya jelaskan mengenai kehati – hatian yang harus ditingkatkan ketikda anda ber keinginan untuk investasi di perusahaan komoditas. Ada beberapa sisi negatif dari perusahaan komoditas yang harus dipahami sebelum investasi di dalamnya. Saya tidak melarang untuk investasi di perusahaan komoditas, namun ada baiknya anda mengetahui resiko, kelebihan dan kekurangannya agar investasi yang anda lakukan dapat memberikan keuntungan maksimal,. atau minimal anda bisa terhindari dari kerugian.

Jika harus memilih antara dua saham, yang satu memiliki yield dividen 5% dengan growth yang stabil 10% per tahun , dan yang satu lagi yield dividen 8% dengan growth yang tidak stabil (kadang bisa 100% , kadang bisa -80%), saya lebih memilih saham dengan yield dividen 5% walau growth hanya 10%. Karena, walau dividen nya lebih kecil, namun dapat diprediksi, dibandingklan dengan saham berdividen besar namun tidak dapat diprediksi apakah pada periode berikutnya mampu memberikan dividen serupa.

 

 

Comments

comments

Leave a Reply

Connect with:

No provider registered!
Please visit the Settings\ WP Social Login administration page to configure this plugin.

Your email address will not be published. Required fields are marked *