Tips Menggunakan TA

ini BERDASARKAN PENGALAMAN aja..

Pada dasarnya TA Menggunakan masa lalu sebagai fungsi masa depan. atau dengan rumus matematika

F(x) = y

Atau secaramatematika dirumuskan sebagai

F(masa lalu) = Y(Masa depan)

Jadi TA menggambarkan masa depan dengan keadaan masa lalu.

1. Dalam menggunakan TA, kita pelu mencari indikator teknikal yang COCOK. Misal dengan UNVR terlihat cocok dengan stokastik,  sedangkan banyak saham lain yang tidak cocok dengan stokastik. TLKM Cocok dengan MA 50 dan MA 200, sedangkan ada saham – saham lain yang tidak cocok dengan indikator tersebut. Begitu pula dengan RSI, Volume, dll

Jadi sebelum menggunakan indikator TA, anda perlu melihat tingkat validitas suatu indikator TA terhadap saham tersebut. Karena tingkat validitasnya bisa saja berbeda – beda.

Jika benar ada BANDAR, maka bandar pun manusia yang memiliki psikologis. dan TA menggambarka psikologis paar. Jadi psikologi bandar pun akan terbaca di dalam TA. an karena masing – masing bandar mungkin saja memiliki psikologis yang berbeda, makanya tiap saham mungkin saja punya indikator TA yang berbeda, tergantung dengan psikoogis bandar masing – masing

2. Fokus kepada beberapa saham. Dalam menggunakan TA, anda harus fokus kepada beberapa saham, menurut saya, sebaiknya, paling banyak pantau 5 saham saja Bahkan kalau abah cuman 3 aja.. Jika saham yang anda pantau terlalu banyak, maka anda akan tidak fokus dan akan bingung harus mengambil keputusan BUY, HOLD atau SELL.  Dengan mengamati suatu saham dan indikator TA tertenu, maka anda akan menjadi “AHLI” di saham tersebut

Anda akan mengetahui kapan harus BUY, kapan harus HOLD, dan kapan harus menjual.. Sebaliknya jika terlalu banyak, anda akan bingun sendiri apa yang harus anda lakukan.

3. Jangan IRI dengan kesuksesan trading orang lain.Salah satu masalah kenapa anda lihat banyak saham kan karena anda IRI dengan kesuksesan trading orang lain. Tiba – tiba DEWA naik ,banyak yang cuan, dan anda merasa rugi gak beli. Eh tiba – tiba anda beli dan nyangkut. Karena anda membeli sesuatu yang tidak anda pahami. Anda hanya membeli karena ingin cuan, tanpa sebelumnya memahami saham tersebut. Jadi sesuai dengan Tips nomer 2. tetap FOKUS. Jangan pedulikan trading orang lain. Masing – masing ngurusin uangnya sendiri

Dengan fokus, anda bisa dengan konsisten menghasilkan keuntungan, dan meminimalisasi kerugian. Kalu tidak fokus, mungkin saja anda sekali cuan bisa puluhan bahkan ratusan %. Namun biasanya tidak bertahan lama.

Hal ini sangat penting ya. berhubungan juga dengan CUT LOSS. Kalau anda hanya mengikuti trading orang lain, anda akan kesultan cut loss karena biasanya tidak mengetahui kapan TEPATNYA harus masuk dan harus cut loss kalau ternyata salah. Anda nanya ke orang tersebut, dan orangnya telat jawab, saham anda udah jatuh duluan.

Jadi, biarkan saja orang lain dengan tradingnya masing – masing. Anda harus tetap fokus kepada beberpa saham yang ingin anda perhatikan. Oh iya, orang2 itu biasanya kalau CUAN kasi tau, tapi kalau loss, diem2 aja.. sehingga yang terdengar cuan trus (kayak abah ini,hahaha, just kidding)…

4. Tentukan dari awal ingin jadi INVESTOR atau TRADER. Paling bahaya itu kalau jadi INVESTOR KECELAKAAN, dalam artian udah NYANGKUT eh tiba – tiba brubah, ah ini buat jangka panjang aja. Kalau pilihan sahamnya ber-FUNDAMENTAL bagus dan harga diskon sih gak masalah, tapi kalau pilihan sahamnya udah jelek, harga tinggi pula, ini bisa jadi INVESTOR ABADI nih,hehehe..

Jadi tentukan dulu anda mau jadi apa, investor atau trader, masing – masing ada kelebihan dan kekurangannya. Dan juga berbeda dalam aplikasinya. Investor timefrane lebih lama dan pemilihan saham berdasarkan prospek perusahaan, dan berbagai indikator serta rasio keuangan. Sedangkan kalau trader, cukup melihat chart saja serta timeframe lebih cepat.

Leave a Reply

Connect with:

No provider registered!
Please visit the Settings\ WP Social Login administration page to configure this plugin.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>