Averaging Down

Ilustrasi Average Down :

Membeli Saham A di harga 1000 degan 20% dana, Harga Turun Jadi 900

Beli Lagi di harga 900 dengan 20% dana, harga turun jadi 800,

Beli lagi di harga 800 dengan 20% dana, harga turun jadi 700,

Beli Lagi di harga 700 dengan 20% dana, harga turun jadi 600,

Beli lagi di harga 600 dengan 20% dana,

Jadi total anda punya saham A di harga 1000 hingga 500 masing – masing 20% dana berarti rata – rata anda Rp. 774

Average Down menggabungkan antara analisa teknikal dan analisa fundamental.

Dari sisi teknikal, Sebaiknya anda melakukan average down di wilayah Support, karena biasanya sering terjadi rebound,. Dan manfaatkan rebound ini untuk take profit sambil menunggu harga turun kembali. Dari segi fundamental, sebelum melakukan average down, sebaiknya anda meneliti perusahaan / emiten yang ingin di-Average down dan memastikan bahwa perusahaan tersebut adalah perusahaan yang baik dan ber prospek.

Dasar pemikiran untuk averaga down adalah, “Saham perusahaan bagus pun bisa mengalami penurunn harga, karena pasar kadang dan sering bertindak tidak rasional.” sehingga saham perusahaan bagus bisa saja turun untuk jangka waktu pendek. dan saham perusahaan yang tidak bagus, bisa saja naik untuk jangka waktu panjang.

Strategi :

Ilustrasi Anda punya uang 100 Juta Membeli Saham A sebanyak Rp. 20 juta di harga 1000. = 20 ribu lembar saham

Harga tiba – tiba rebound ke 1100 karena 1000 merupakan support, Take profit. cuan 10% x 20 juta = 2 Juta

Harga turun lagi ke 1000, Beli lagi Rp. 20 Juta. Kalau rebound take profit lagi.Kalau turun tunggu di 900

Pas di 900, beli lagi RP. 20 juta = 22 ribu lembar saham.

Di 900 ini adalah support sehingga harga Rebound 10% cuan lagi 2 juta

dan seterusnya hingga 600, maka dengan ASUMSI cuan 10% tiap kale average down anda akan memiliki

129 Ribu lembar saham A dan juta CASH Rp. 10 Juta.

DAN, kalau memang perusahaan bagus, Saham anda bisa – bisa rebound hingga balik lagi ke Rp. 1000 bahkan lebih.

beberapa TIPS untuk Average DOWN
1. LIHAT FUNDAMENTAL perusahaan. Average down biasanya memerlukan waktu yang panjang, sehingga kelangsungan HIDUP perusahaan / emiten sangatlah penting. Contoh Kasus, ANTM, TINS, PTBA, PGAS merupakan BUMN yang Pemerintah juga punya KEPENTINGAN jadinya kelangsungan hidup perusahaan tersebut pemerintah JAMIN. Juga ASII, INCO, UNVR, BBCA yang Manajemennya terbukti MANTEP PUNYA…
2. Lhat rasio Keuanga : PER dan PBV
Sebaiknya kalau mau Average DOWN, pilihlah yang PER kecil. Karena selain potensi Rebound besar, juga potensi DIVIDEN yang akan dibagikan besar.

3. Lihat Trend

Yah, kalau lagi UPTREND, jangan Ave DOWN donk.. kalau lagi BEARISH boleh AVE DOWN tapi di harga SANGAT BAWAH
4. Lihat Historis DIVIDEN

5. Proyeksikan Dividen ke depan

6. JADI COPET’ers

Untuk saham – saham bearish, seringkali Rally ke atas (short term uptrend) sangat gedeee..
intinya kalau untuk averaging down, haruslah perusahaan ber fundamenal nagus yang rajin membagikan dividen, karepa pada saat pembagian dividen, biasanya harga akan naik tinggi, plus anda bisa mendapatkan dividen jjika tidak dijual (untuk investasi)

Leave a Reply

Connect with:

No provider registered!
Please visit the Settings\ WP Social Login administration page to configure this plugin.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>