Monthly Archives: January 2012

Analisa KLBF – DER terendah

Analisa Resiko

Pada Q3 2011 DER KLBF tergolong cukup rendah yaitu 0,24x, sementara rata – rata sektoral, DER sektor pharmaceuticals adalah 0,53x. DER KLBF ini merupakan yang terendah dalam sektoral ini. Sisi positif lain adalah DER KLBF telah mengalami penurunan dari 0,3x pada Q4 2010 menjadi 0,24x pada Q3 2011. Ditinjau dari sisi laba, KLBF memerlukan waktu yang singkat yaitu 1 tahun untuk melunasi hutangnya, dan hal ini tergolong bagus. Jika dilihat dari sisi net profit margin pada Q3 2011 mengalami peningkatan dari 12,58% pada Q4 2010 menjadi 13,9% pada Q3 2011.

DER KLBF cenderung menurun.

Analisa Return

ROE KLBF pada Q3 2011 tergolong bagus yaitu 23,5% apabila dibandingkan dengan rata-rata sektoral yaitu 16,5%. Namun, ROE KLBF mengalami penurunan dari 23,9% pada kuartal Q4 2010 menjadi 23,5% pada kuartal Q3 2011.

Total ekuitas,net margin, gross margin KLBF cenderung meningkat. Sedangkan ROE lebih cenderung stabil.

Analisa Growth

Penjualan KLBF pada Q3 2011 bertumbuh dari 7,27 T menjadi 7,69 T atau bertumbuh YoY 5,76% sedangkan profit KLBF pada Q3 2011 bertumbuh dari 908 M menjadi 1 T atau bertumbuh YoY 18,78%.

Sales, gross profit dan net profit KLBF cenderung bertumbuh dari tahun ke tahun.

Analisa Harga

Dihitung dengan menggunakan metode yang terdapat di bei5000.com/chart/hargawajar.php. (http://bei5000.com/chart/hargawajar.php?kode=KLBF&GR=18&DR=8&YEAR=10) menghasilkan harga wajar KLBF adalah sebesar 2962 per saham atau saat ini terlalu mahal 19,8% dari harga wajarnya.
Saya menggunakan asumsi pertumbuhan 18% sementara pertubuhan riil KLBF pada 3 tahun terakhir adalah rata – rata 24,7%.

Analisa JSMR – ROE tertinggi

Analisa Resiko

JSMR memiliki DER yang cukup tinggi yaitu 1,3x apabila dibandingkan dengan rata-rata sektoral tollroad, airport, harbor & allied prouct yaitu 0,85x. Namun, DER JSMR masih berada dalam batas normal yaitu 1-2x. DER JSMR mengalami penurunan dari 1,45x pada Q4 2010 menjadi 1,3x pada Q3 2011. Ditinjau dari segi laba, JSMR memerlukan waktu sekitar 8,1 tahun untuk melunasi hutang jangka panjangnya. Dan hal ini pun masih dalam batas kewajaran yaitu 5-10 tahun. Apabila dilihat dari sisi net profit marginnya, JSMR mengalami peningkatan dari 27,2% pada Q4 2010 menjadi 29,2% pada Q3 2011.

DER JSMR cenderung stabil.

Analisa Return

Pada Q3 2011, ROE JSMR tergolong tinggi yaitu 15,97% jika dibandingkan dengan rata-rata sektoral yaitu 9,5%. Bahkan, ROE JSMR merupakan yang tertinggi dalam sektoral ini. Selain itu, ROE JSMR mengalami penurunan dari 15,4% pada Q4 2010 menjadi 15,97% pada Q3 2011.

Total ekuitas, net margin dan ROE JSMR cenderung meningkat.

Analisa Growth

JSMR mengalami peningkatan penjualan pada Q3 2011, bertumbuh dari 3,2 T menjadi 3,59 T atau bertumbuh YoY 11,9% sedangkan profit JSMR bertumbuh dari 973 M menjadi 1 T pada Q3 2011 atau bertumbuh YoY 9,4%.

Dari tahun ke tahun, sales dan net profit JSMR mengalami peningkatan.

Analisa Harga

Dihitung dengan menggunakan metode yang terdapat di bei5000.com/chart/hargawajar.php (http://bei5000.com/chart/hargawajar.php?kode=JSMR&GR=18&DR=8&YEAR=10) menghasilkan harga wajar JSMR sebesar 4756 per saham atau saat ini terdiskon 11% dari harga wajarnya.

Saya menggunakan asumsi pertumbuhan 18% sementara pertumbuhan riil JSMR pada 3 tahun terakhir adalah rata – rata 25,9%.

Analisa CMNP – DER terendah

Analisa Resiko

DER CMNP pada Q3 2011 tergolong cukup rendah yaitu 0,49x. Sementara rata-rata DER sektor tollroad, airport, harbor & allied prouct adalah 0,85x. DER CMNP ini merupakan yang terendah di sektoral ini. DER CMNP pun mengalami penurunan yaitu dari Q4 2010 sebesar 0,63x menjadi 0,49x pada Q3 2011. Dari segi profit margin, CMNP mengalami peningkatan dari 39,7% pada Q4 2010 menjadi 41,4% pada Q3 2011. Untuk pelunasan hutang jangka panjang, CMNP memerlukan waktu sekitar 3,1 tahun.

DER CMNP cenderung mengalami penurunan.

Analisa Return 

ROE CMNP yaitu 15,69% tergolong cukup tinggi bila dibandingkan dengan rata-rata sektoral yaitu 9,4%. ROE CMNP mengalami penurunan pada Q3 2011 yaitu dari 16,87% pada Q4 2010 menjadi 15,69% pada Q3 2011.

Total ekuitas cenderung meningkat. Begitu pula dengan net margin dan ROE CMNP yang cenderung mengalami peningkatan.

Analisa Growth 

Penjualan CMNP pada Q3 2011 bertumbuh dari 552 M menjadi 580 M atau bertumbuh YoY  5,1% sedangkan pertumbuhan profit CMNP pada Q3 2011 adalah dari 480 M menjadi 237,7 M atau  bertumbuh negatif YoY -49,89%.

Sales dan net profit CMNP cenderung meningkat dari tahun ke tahun.

Analisa Harga

Dihitung dengan menggunakan metode yang terdapat di bei5000.com/chart/hargawajar.php (http://bei5000.com/chart/hargawajar.php?kode=CMNP&GR=20&DR=8&YEAR=10) menghasilkan harga wajar CMNP adalah sebesar 4021 per saham atau saat ini terdiskon 58,7% dari harga wajarnya. Saya menggunakan asumsi pertumbuhan 20% sedangkan pertumbuhan riil CMNP pada 3 tahun terakhir yaitu 111,5%.

Tentang Sawit

Kutipan Annual Report 2010 SGRO

“Luas area konsesi Sampoerna Agro di Sumatera Selatan kurang lebih 145.000 hektar, termasuk perkebunan plasma di yang berada di bawah bimbingan Perseroan, dimana sebagian besarnya merupakan perkebunan yang telah mencapai usia produktif. Rata-rata usia kelapa sawit pada perkebunan di
Sumatera adalah 11 tahun, yang merupakan fase awal dari masa puncak produktif, yaitu antara umur 8 hingga 19 tahun. Perkebunan di Sumatera dimiliki dan dikelola oleh PT Sampoerna Agro Tbk. dan lima anak perusahaannya, yaitu PT Binasawit Makmur, PT Telaga Hikmah, PT Aek Tarum, PT Mutiara Bunda Jaya dan PT Gunung Tua Abadi.”

saya sendiri tidak rekomen SGRO lho ya, menurut say ada yang lebih bagus daripada SGRO dan udah dikasi tau ke member, kita ambil pelajaran dari SGRO aja, usia produktid puncak buat kelapa sawit adalah 11 tahun (masa awal) dan nanti di tahun 12 akan bener2 maksimal (puncak) dan margin paling besar

Kenaikan Biaya Membership

Mengingat banyaknya permintaan serta sudah hampir 2 tahun saya tidak menaikan biaya membership, maka dengan ini biaya memberhip naik dari Rp. 400.000 menjadi Rp. 500.000 berlaku mulai 1 February 2012

Bagi yang mendaftar hari ini ( 31 January 2012) masih tarifnya Rp. 400.000 per bulan , kalau daftarnya besok sudah kena tarif baru.

Thx

Mendeteksi Rebound Blue Chip dengan Bollinger Band

 

INTP

INTP

Salah satu tool yang sangat bermanfaat bagi trader untuk mendeteksi rebound adalah dengan menggunakan Bollinger Band, dan berfungsi dengan cukup akurat untuk saham – saham blue chip. Sementara untuk saham  – saham non Blue Chip ,agak kurang bagus, karena kalau non blue chip kalau udah jatuh agak susah mantulnya.

Cara pemakaiannya mudah.

Bollinger terdiri dari 3 buah garis, tengah, atas dan bawah. Garis tengah, normalnya adalah MA 20, garis atas adalah MA 20 ditambah 2x standart deviasi dan garis bawah adalah MA20 dikurangi 2x standart deviasi.

Cara pemakaiannya adalah beli ketika harga berada di bawah posisi garis bawah, biasanya saham BC di posisi bawah garis bawah bollinger band akan cepat rebound. ini dalam kondisi normal, sementara kalau dalam kondisi pasar crash biasanya 3-4 hari di bawah garis bawah bollinger band barulah rebound.

Contoh untuk hari ini (31/1/2012) adalah INTP yang posisi nya saat ini berada di bawah garis bawah bollinger band, bisa beli di kisaran harga 16.700 dan bisa jual di MA 20 atau di kisaran 17.900

Headline 31/1/2012

dow

dow

DOW sempat turun 1% Semalam namun ditutup flat alias tidak mengalami perubahan yang signifikan, dan posisi DOW saat DOW masih berada di Atas Uptrend line nya sehingga masih cenderung menguat.

- Krisis hutang yunani mengalami kebuntuan, wall street flat

- Manufaktur Jepang menguat di bulan january (CNBC)

- Starbucks memasuki India, target 50 Outlet di akhir tahun (CNBC)

- Iran Oil Ban Would Hurt Euro Zone, Boost Price: OPEC

Dalam Negeri :

- Pemerintah pancing DPR naikan Premium 500-1500 per liter (detikFinance)

- 10 Ribu warung tradisional dilibas minimarket

- Koneksi transaksi di BEI sempat terganggu

 

TEKNIKAL BEI UPDATE 30/1/2012

BEI

BEI

Hingga saat ini penurunan BEI masih Normal dan belum menunjukan adanya pelemahan jangka panjang, selama Support BEI di 3875 tidak tembus, BEI masih aman, dan selama BEI di atas EMA 50 (sekitar 3850) , BEI masih akan cenderung bullish, saya sih harap BEI tidak jebol trend Bullish utamanya.

 

Analisa Usia Tanaman TBLA

Kemarin waktu training saham dan member meeting, ada yang menanyakan tentang TBLA, katanya produksi akan meningkat, setelah membaca laporan umur tanaman TBLA, ternyata sangat banyak yang masih di bawah 10 Tahun, bahkan yang di usia 11-12 tahun hanya 6,6% kebanyakan malah berada di usia 15-21 tahun dimana dalam 1-2 tahun ke depan yang usia 21 tahun buat CPO akan masuk ke fase degradasi

 

TBLA

TBLA

 

Dari tabel ini bisa dilihat bahwa lahan usia produktif dari TBLA yang bener2 bagus hanya sekitar 15 ribu hektar (usia 11- 14 tahun) sementara hampir 16 ribu hektar sudah memasuki usia Tua (tetap bisa menghasilkan namun cost lebih tinggi), sementara usia non produktif cukup besar (0-4 tahun) yaitu sebesar hampir 16 ribu hektar, dan butuh waktu 2-3 tahun lagi buat mulai menghasilkan, itupun masih belum optimal dan margin snagat kecil, yang bener2 mulai menghasilkan ada di usia 5-10 tahun yaitu hampir 8000 hektar, itupun margin menengah, untuk CPO yang bener2 optimal marginnya (tinggi margin) ada di usia 11-12 tahun, ini menghaislkna margin tertinggi setelah itu akan sedikit turun dan stabil hingga usia 16-18 tahun dan setelah itu walau tetap menghasilkan namun ada penurunan margin karena panen CPO akan terhambat oleh ketinggian pohon CPO yang sangat tinggi di usia di atas 18 tahun…

Kutipan dari Public Expose AALI : “Tingkat produksi tanaman mulai meningkat pada usia 8-9 tahun dan mulai menurun pada usia 15-17 tahun. “