lazada.co.id

Analisa Sektor Pakan Ternak

By | December 6, 2011

Kebetulan di FB saya (fb@bei5000.com) ada teman yang ngomongin sektor pakan ternak, dan ternyata setelah ditelusuri sebenarnya sektor pakan ternak ini cukup menarik, karena cukup cocok dengan wilayah Indonesia dimana wilayah indonesia cukup cocok untuk sektor pakan ternak, wilayah besar, subur, dan sumber daya alam yang melimpah (dengan mengabaikan faktor cuaca).

KAPITALISASI ANIMAL FEED

KAPITALISASI ANIMAL FEED

Sektor Pakan Ternak / Animal Feed, cukup mudah untuk di analisa sebab tidak banyak pemain dalam sektor ini, hanya ada empat pemain di sektor pakan ternay,yaitu CPIN, JPFA, MAIN dan SIPD. Dimana CPIN adalah yang terbesar menguasai 78% atau 40T dari  total kapitalisai sektor Pakan Ternak.Diikuti oleh JPFA (9T), MAIN (2T) serta SIPD 488 Miliard

COMPARE ANIMAL FEED

COMPARE ANIMAL FEED

Di atas merupakan perbandingan kinerja keuangan dari saham- saham di sektor Animal Feed, dn merlihat perbandingan di atas,kita bisa mengabaikan SIPD karend kinerja SIPD tergolong jelek jika dibandingkan dengabn MAIN, JPFA serta CPIN.

Dan kita bandingkan antara Q3 2011 dan Q4 2010 pada saham MAIN, JPFA dan CPIN

JPFA MAIN CPIN

JPFA MAIN CPIN

Dari segi ROE terlihat ROE MAIN adalah yang tertinggi baik di Q3 2011 maupun di Q4 2010. Sementara dari segi margin, MAIN dan JPFA cukup setara dan CPIN tertinggi, cukup fantastis sebab margin CPIN lebih besar 2x lipat daripada margin JPFA serta MAIN. baik di Q3 2011 maupun di Q42010.

Dari sisi PErtumbuhan MAIN terlihat memimpin pertumbuhan di Q4 2010 dengan pertumbuhan laba 136% jauh mengalahkan JPFA dan CPIN, namun perlu kita waspadai pertumubhan laba MAIn pada Q4 2010 sebab pertumbuhan laba melebihi pertumbuhan Sales, dan biasanya ini tidak sehat, akan kita selidiki nanti di bagian bawah.

Sementara di Q3 2011 JPFA lah yang memimpin pertumbuhan di sektor animal Feed dimana JPFA YoY pada Q3 2011 bertumbuh sebesar 41,2% namun lagi – lagi pertumbuhan laba ini jauh melebihin pertumbuhan profit yang hanya sebesar 14%.

RISK FACTOR

RISK FACTOR

Skarang kita lihat faktor resiko yang trekandung dalam saham JPFA MAIN dan CPIN, terlihat walau MAIN memiliki pertumuhan tinggi namun ada resiko besar yang menyertainya yaitu DER main sudah di atas 200% dan bagi saya pribadi DER di atas 200% selain banking , adalah suatu hal yang sangat beresiko. Karena biasanya perusahaan yang memiliki beban hutang banyak, harga sahamnya akan sangat jatuh ketika berada dalam situasi ekonomi yang kurang baik. bukan hanya harga saham, tapi kinerja riil perusahaan juga bisa ikut terpengaruh negatifk ketika perusahaan berada dalam situasi yang kurang baik. Perusahaan dengan DER rendah memiliki tingkat ke-stabilan yang sangat tinggi.

Selain itu jika melihat PER (PER / PGROWTH ), terlihat bahwa PEG dari MAIN dan JPFA cukup setara. Dan CPIN sudah tinggi atau CPIN sudah terlampau tinggi, selain itu bisa berarti juga bahwa CPIN dihargai dengan PE lebih tinggi, sebab memiliki tingkat resiko lebih rendah. Dari sisi PER JPFA dan MAIN setara dan CPIN juga yang tertinggi.

Skarang kita lihat bagaimana kemampuan bayar hutang JPFA, MAIN serta CPIN di chart di bawah ini

KMAMPUAN BAYAR

KMAMPUAN BAYAR

Chart kemampuan bayar di atas merupkan rasio antara liabilitas / net income, artinya berapa lama (dalma satuan tahun) waktu yang dibutuhkan untuk membayar utang perusahaan dengan mempergunakan seluruh laba yang ada. Makin kecil makin bagus, sebab makin kecil angka rasio kemampuan bayar maka perusahaan makin mampu untuk membayar seluruh hutang – hutangnya sehingga makin mengecilkan beban keuangan.

Terlihat CPIN yang terkecil dan hanya memerlukan waktu setahun untuk membayar seluruh hutangnya, sementara JPFA dan MAIN perlu waktu 5,3 tahun untuk bayar seluruh hutangnya.

LK JPFA Q3 2011

LK JPFA Q3 2011

Di atas sudah kita bahas bahwa pertumbuhan Sales JPFA jauh di bawah pertumbuhan laba JPFA hal ini menimbulkan tanda tanya, memang bisa saja pertumbuhan sales di bawah pertumbuhan laba jika perusahaan bener2 melakukan efisiensi dalam cara kerjanya sehingga margin pun ikut meningkat dan mengakibatkan pertumbuhan laba di atas pertumbuhan penjualan. Namun kita selidiki, ternyata dari hasil penelusuran laporan keuangan (LK Lain bisa dilihat di bei5000.com/fundamental/data) terlihat bahwa pertumbuhan  laba JPFA tidak seluruhnya berasal dari operasional murni namun ada sekitar 332 Miliar atau sekitar 40% laba berasal dari pendapatan lain – lain.

Sehingga laba JPFA yang sebesar 894 Miliar harus dikurangi dengan 332 Miliar sehingga menjadi 562 MIliar atau jika dibandingkan dengan laba JPFA pada Q3 2010 yang sebesar 767 miliar, sebenarnya JPFA mengalami pertumbuhan negatif sekitar 15%.

Kesimpulan sektor pakan ternak masih memiliki  peluang besar sebab pertumbuhan laba serta sales yang cukup tinggi, namun perlu diwaspadai saham MAIN serta JPFA sebab pertumbuhan laba bukan sepenuhnya berasal dari operasional murni , cuukup besar porsi yang berasal dari laba lain – lain dan hal ini tidak sehat.

melihat PER, sepetinya CPIN sudah terlalu tinggi buat dibeli, namun juga potensi dwnside risk tidak begitu besar sebab DER atau hutang CPIN tergolng rendah sehingga mneurut saya cukup tahan goncangan.

Untuk JPFA dan MAIN , walau harga masih murah dan memiliki upsida potensial hingga 50% (PE 15x) namun perlu diwaspadai sitausi ekonomi, suku bunga, harga jagung dan harga pakan ternah dunia sebab dengan hutang yang besar kedua saham ini memerlukan situasi ekonomi yang kondusif.

Menurut saya saham MAIN dan JPFA dapat dijadikan pilihan untuk investasi jangka menengah yang bagus. Untuk ke depannya, mengingat hutang yang besar, bagi yang membeli atau ingin membeli kedua saham ini perlu memperhatikan KURS USD serta suku bunga SBI, selama Stabil USD di 8700-9400 dan SBI di bawah 6,25% maka kedua saham ini sepetinya cukup aman dipegang.

Comments

comments

Leave a Reply

Connect with:

No provider registered!
Please visit the Settings\ WP Social Login administration page to configure this plugin.

Your email address will not be published. Required fields are marked *