lazada.co.id

I VS Lo Kheng Hong

By | November 9, 2011

Maksud saya, bukan saya bermaksud menantang Lo Kheng Hong namun yang ingin saya bahas adalah ,jangan mentah – mentah menelan suatu berita atau metode tanpa melhat lebih jauh tentang berita atau merode tersebut.

Dikatkan bahwa Lo Kheng Hong bisa kaya sambil tidur dengan membeli saham. Sebelumnya, kalau metode ini ditelan mentah – mentah, bisa diartikan beli saham atau saham berfundamental baik terus tinggal tidur, kemudian bertahun – tahun lagi, akan tiba – tiba jadi kaya.

Hal ini  tidaklah sepenuhnya bener.

1. Faktor Saham itu sendiri dan Timing masuk saham

Dilihat dari sahamnya, Lo Kheng Hong mungkin bisa memilih saham yang  tepat, namun apakah anda bisa memilih saham yang tepat? dan apa kategori saham yang tepat yang akan naik terus bertahun – tahun ke depan?

Apa itu BC / Blue Chip??

Bahkan Blue Chip seperti TLKM pun kalau anda timing masuknya salah, bisa berakibat waktu penantian anda menjadi sia – sia.. Tahun 2007, TLKM pernah mencapai harga 14.000 per saham, saat ini hanya sekitar 50% nya saja atau 7500 per saham. berdasarkan closing 9/11/2011

BUMI, tahun 2008, bahkan dikatakan saham BUMI akan naik ke 20.000, punya tambang batu bara terbesar dan efisien di Indonesia dengan kadar kalori yang tinggi, bisa juga turun dari 8750 ke 385 hanya dalam waktu kurang dari 6 bulan. Saat ini harganya 2375. Masih sangat jauh dari high nya.

Dan tidak ada seorang pun yang tau kapan suatu saham mencapai dasarnya.. Saham terbaik sekalipun bisa turun bahkan mencapai 80% dari high nya seperti ASII turun dari 30.000 ke 6000. Tahankah anda???

2. Dana

Asumsikan aja, tiap 2 tahun uang anda bisa berlipat 2x Lipat atau naik 40% per tahun, catatan saja, Warren Buffet dan George Soros, imbal hasil tahunan mereka HANYA 20-30% per tahun. Ok, anggaplah anda SANGAT JENIUS sehingga bisa melipatgandakan uang anda 100% per tahun.

Dengan matematika sederhana, maka uang anda akan menjadi :

4x lipat di tahun ke – 5

16x lipat di tahun ke 9

128x lipat di tahun ke 15

Masalahnya, berapa dana yang anda miliki??

kalau anda punya 1 Miliar maka di tahun ke 11 dengan asumsi per 2 tahun naik 2x lipat, uang anda akan menjadi 128 Miliar dalam 15 tahun.

Lha, kalau dana anda hanya 10 Juta??? maka di tahun ke 15, yang anda Hanya 1,28 miliar.

Menurut saya, kalau dananya kecil mending di buat usaha, jualan atau apalah gitu, di saham Gain 100% per tahun itu sudah luar biasa.. anggaplah anda bisa gain 100% per tahun dengan modal 10 juta> berarti keuntungan kotor anda adalah 10 Juta juga setelah dipotong pajak dan biaya broker.

Nah coba hitung waktu anda yang kebuang buat liat saham , atau biaya telepon anda buat nelpon broker kalau pakai telpon atau biaya internet.

Kalau dana anda kecil dan ngotot main saham, mending beli reksadana.itu jauh lebih murah dari segi biaya.

Sementara kalau ber-wirausaha , bepotensi mendapatkan gain lbeih besar dalam prosentase jika dananya kecil, di saham prosentase sama aja, dana  gede ataupun kecil. ntar kalau dananya udah gede baru masukin ke saham.

3. Dana Tidak nganggur…

Masalah berikutnya mengenai dana adalah, apakah dana yang anda investasikan merupakan dana NGANGGUR atau dana yang Dapat dipakai sewaktu – waktu. Perlu diingat saham apapun kinerja harga sahamnta tidak selalu sejalan dengan fundamentalnya.

Misal ASII aja, pernah turun dari 30 ribu ke 6.000 walau fundamentalnya tidak berubah. Asumsikanlah, anda punya dana 100 juta, beli ASII di 15.000, anggap anda sudah melhiat bahwa ASII turun sudah banyak dari 30.000, sepertinya 15.000 itu sudah di bawah banget. Trus dari 15.000 ke 6000 benernya anda gak mau jual, malah mau nambah kalau ada dana karena anda tau bahwa ASII ini PASTI akan naik lagi (asumsinya gitu).

Tapi tiba – tiba anda butuh dana, buat bayar cicilan rumah, atau anak sakit, asuransi gak ada dan sebagainya.

yah TERPAKSA harus jual juga..karena yang ada di saham itu HAMPIR SEMUA harta kekayaan anda. Padahal anda tau bahwa ASII akan naik lagi, dan bener naik lagi, tapi anda hanya bisa melongo karena ASII sudah anda jual untuk keperluan yang jauh lebih penting daripada investasi.

Dari sini dapat kita lihat, metode yang digunakan oleh seseorang yang sudah pakar sekalipun, mungkin hasilnya berbeda jika yang menggunakannya adalah orang yang berbeda di dalam keadaan yang berbeda pula.

Metoda yang digunakan oleh  Lo Kheng Hong hanya bisa berhasil jika yang menggunakan adalah orang yang sama, dengan psikologis yang sama, dana yang sama, mengetahui informasi yang sama, serta timeframe yang sama…

Comments

comments

16 thoughts on “I VS Lo Kheng Hong

  1. dudi

    pantesan anda si admin ga se kaya lo kheng hong, ngaco dan pesimis @#@#$##@ !

    Reply
  2. Tommy

    Anda mengatakan rumusnya dia GCG? Good Corporate Governance??
    Menurut anda Bakrie itu menerapkan GCG diperusahaannya??
    Brati manajemen anda cetek skali, Bakrie ga ada GCGny dan dia mainnya gali lubang tutup lubang (ga percaya?? silahkan cek gmn cara dia menjadi kaya dan gimana laporan keuangan perusahaan2nya dia)

    Reply
  3. andre_bw

    Benjamin Graham dengan investornya adalah Warren Buffet dan Lo Kheng Hong dibuat dengan menganalisa secara menyeluruh dan melihat faktor fundamental secara disiplin :
    1. TLKM perusahaan yang bagus namun sejak IPO sampai sekarang dg perhitungan standar (bunga majemuk) bisa menghasilkan 8% per tahun tidak memperhitungkan dividen, padahal devidennya cukup bagus. Penurunan tersebut sebenarnya bisa dideteksi jika pada pemilihan saham TLKM di harga Rp. 14.000, metoda value Investing tidak bisa memasukkan TLKM menjadi saham yang layak untuk investasi.
    BUMi jika menggunakan Value Investing tidak layak investasi, sehingga keluar dari list ini.

    2. Warren Buffet pernah mencapai 85 billion USD, menurut berita investasi awalnya 100.000 USD, jika dianggap dia mulai 1965, maka sebenarnya rata2 kinerja per tahunnya adalah sebesar 35%. Kinerja ini make sense untuk saham yg masuk kriteria value investing.
    Mohon Anda hati2 sebelum menulis tentang investasi.
    Memang value investing perlu dipahami secara kepala dingin dengan rendah hati dan bukannya curhat karena pernah rugi kalau salah menerapkannya.
    Saham memang ada faktor risiko dalam kadar sesuai dengan pengetahuan investor.

    3. Ilustrasi Anda, tiap 2 tahun double, jika uang 1 miliar yg benar menjadi Rp. 181 miliar. jadi kalau ingin menjelaskan mohon agar diberikan penjelasan yang benar bukan menyesatkan.

    4. Investasi adalah benar2 dari uang bebas dan saham dievaluasi secara berkala 3 bulanan sesuai laporan keuangan. Tetap dipatuhi tentang Value Investing. Saya liat history ASII jangka panjang tetap naik pernah 4000 dan waktu 60-70ribu displit artinya sudah 17,5 kali dan mulai ada trend kenaikan.

    Maaf Admin Anda mungkin pemain jangka pendek jadi melihat grafik jangka pendek dan menggunakan uang yang tidak bebas. Tentu untuk konsep ini bertabrakan. Sudah ada palign tidak 2 orang yang membuktikan Value Investing berjalan, dalam 44 tahun Warren Buffet dari 100k USD menjadi 85B USD, dan Lo Kheng Hong dari karyawan dalam 22 tahun sekarang telah jadi triliunar rupiah.

    Mohon kalau menulis yang bijak ya. Memang saham ada risiko dan pernah turun tetapi ada juga yang bisa mendapatkan hasil berlipat-lipat. Silahkan introspeksi mengapa Anda pernah rugi ? Kerugian memang konsekuensi dari investasi jangka pendek di saham, tidak menerapkan pengetahuan yg tepat, salah pemilihan saham, menggunakan uang tidak bebas dan pasar tidak bepihak dengan keterdesakan Anda.

    maaf saat cukup tajam hanya coba meluruskan dan memberikan sudut pandang dari yg saya yakin benar. Ini tulisan sibuektif dari saya pribadi.

    Terima kasih, Selamat berinvestasi di saham dengan benar dan bijak.

    Reply
    1. soni

      Setuju dgn comment pak andre.. Padahal sang admin, Pak Robert Hendrik ini penulis buku analisis fundamental lho… Wah.. wah..

      Reply
  4. loli

    anda tidak nyimak gan!!!
    Inget rumusnya bro!!
    Jng pake rumus kimia di soal fisika alias ga nyambung!!!
    Rumus dia GCG!
    Kalo ga ngerti googling ajah..hehe
    BUMI SAPA YG PUNYA BRO!!!!
    SEKIAN DAN TERIMA KASIH
    KALO MASI GA NGERTI YAH APA BOLEH BUAT
    LEVELMU BLUM NYAMPE!!!!

    Tiada gading tak retak
    Tiada kerja tanpa resiko
    Jualan pangsit mie sbungkus goceng tanpa perencanaan dan pengelolaan yg tepat bisa lost alias bangkrut
    Begitu juga main saham

    SALAM SUKSES

    Reply
  5. Bambang Narmada

    kalau saham MRAT bagaimana Pak Hendrik, hari Jumat tanggal 17 Februari 2012 kemarin sudah naik tinggi terus dibanting turun. Apa ada BD yang main?

    Reply
  6. Satria

    Matematikanya salah,

    16x lipat pada tahun ke empat
    512x lipat pada atahun ke sembilan
    1024x lipat pada tahun ke sepuluh

    Reply
  7. gading

    ada benarnya segala sesuatu dipikir dan dipelajari secara mendalam….tapi kalo melihat dari caranya lo kheng hong…orangnya pasti pernah bingung gak bisa tidur merasakan jatuh bangunnya market…belajar mati-matian buat memahami laporan keuangan(bingung lho liat angka truss)…kapan beli saham yang bagus di harga yg rendah (gak kayak waktu beli BUMI th 2008 lha wong sudah distock split masih melejit juga, ini yg harus jadi pertimbangan sahamnya emang bagus atau dibikin isu bagus) maklum ini jadi skripsi ane

    Reply
  8. Valencia

    catatan yang menarik bro, ditulis dari sudut pandang yang sepenuhnya berbeda. ini namanya keep the opinion in balance yaa. jangan sampai kayak kasus booming concept ‘rich dad poor dad’ dimana orang2 berbondong2 berhenti kerja, niat jadi entrepreneu eh malah banyak yang jadi pengacara (pengangguran tanpa acara)
    +1

    Reply
  9. prumoza

    kalau buat kita ya..harus belajar dan belajar terus pak. cari saham yg fundamental nya bagus, liquid dan tdk mudah digoreng..tengokin dan analisa sebulan sekali masih ok apa tdk..kalau tdk switch ke yg lain.

    Reply
  10. daniel

    catatan yang menarik bro, ditulis dari sudut pandang yang sepenuhnya berbeda. ini namanya keep the opinion in balance yaa. jangan sampai kayak kasus booming concept ‘rich dad poor dad’ dimana orang2 berbondong2 berhenti kerja, niat jadi entrepreneu eh malah banyak yang jadi pengacara (pengangguran tanpa acara) :D

    Reply
    1. admin Post author

      bener, jangan berat sebelah dalam ber opini, harus seimbang dan jangan telan mentah2…biasnaya yang bikin rugi bukan metodenya yang salah, tapi cara aplikasiny ayang salah..

      Reply

Leave a Reply

Connect with:

No provider registered!
Please visit the Settings\ WP Social Login administration page to configure this plugin.

Your email address will not be published. Required fields are marked *