Sebelumnya, saya ingin menjelaskan, kalau perhitungan angka BEI dihitung berdasarkan
BEI = KAPITALISASI / JUMLAH SAHAM BEREDAR x Suatu angka Dasar.
Angka dasar kalua gak salah ditentukan pada tahun 1980an yaitu Rp. 100
Sehingga jika tidak ada IPO baru atau Right Issue, maka BEI akan sangat ditentukan oleh kapitalisasi. Sementara kapitalisasi dihitung :
Kapitalisasi = Jumlah saham beredar x Harga Closing
Beberapa fakta tentang BEI :
Di BEI Total ada 436 Saham dengan total kapitalisasi per penutupan 19 Oktober 2011 adalah
IDR 3,336,383,239,018,190.00
DIBACA : TIGA RIBU TIGA RATUS TIGA PULUH ENAM TRILLIUM, TIGA RATUS DELAPAN PULUH TIGA MILIAR, DUA RATUS TIGA PULUH SEMBILAN JUTA DAN DELAPAN BELAS RIBU SERATUS SEMBILAN PULUH RUPIAH
Dengan Saham terbesar adalah ASII yang memiliki kapitalisasi Rp. 280,5 Trilliun
35 Saham Terbesar di BEI memiliki kapitalisasi sebesar 2.412 Trilliun atau menguasai 72% Kapitalisasi BEI
Sementara siasanya 401 saham di BEI menguasai 28%
Sehingga dari sini dapat disimpulkan bahwa pergerakan 35 saham terbear di BEI dapat mempengaruhi BEI secara signifikan. Bobotnya sangat berat terhadap BEI.
Telihat bahwa Banking, Consumer, Mining dan Otomotif menduduki peringkat tertinggi di dalam kapitalisasi 35 saham terbesar di BEI
Sehingga untuk menganalisa BEI apakah ke depannya akan bull atau bear, salah satu metode, kita bisa melihat bull/bear nya beberapa saham di BIG 35, yaitu saham – saham perbankan , consumer, mining dan otomotif, antara lain :
ASII, BMRI, BBRI, BBCA, UNVR, GGRM, INDF, BYAn, ADRO, ITMG
karena saham – saham ini adalah saham dengan kapitalisasi terbesar di BEI bahkan menguasai hampir 50% kapitalisasi BEI. sehingga lebih murah untuk mengendalikan saham – saham di atas daripada harus mengendalikan 400 sisa saham di BEI…

