Di saham menurut TREND , ada 2 jenis trader/investor, yaitu CONTRARIAN dan TREND FOLLOWER.. Seringkali pendapat di dua kelompok ini sangat bertentangan dan sering menjadi perdebatan.
Saya sedang tidak membicarakan teknik mana yang terbaik, karena masalah teknik yang terbaik itu bisa berbeda – beda untuk setiap orang tergantung dari karakter si trader/investor.
Contrarian adalah orang yang melawan trend, trend turun dia beli dan trend naik dia jual. Sementara trend follower adalah orang yang beli pada saat trend lagi naik dan jual pada saat trend lagi turun. Saya PRIBADI adalah seorang TREND FOLLOWER.. karena bagi saya tidak masuk akal dan sangat sulit cuan saat melawan trend, apalagi saya gak bisa nge-short sehingga saya hanya bisa cuan kalau pasar sedang bullish.
Namun bagi seorang contrarian, pada saar pasar sedang bearish pun dia bisa cuan, dan ini benar-benar ada orangnya, dan saya akui tekniknya sangat hebat dan berani, tapi saya tidak serta merta mengikuti, sebab kalau saya pakai, belum tentu bisa sama cuan dengan teman saya yang contrarian tersebut. Buat tiap2 orang hasilnya bisa berbeda.
Sebenarnya secara fundamental, aliran contrarian terkadang dibenarnkan, sebab ada kalanya waktu terbaik untuk membeli saham adalah ketika pasar lagi bearish, dan hancur – hancuran, dan harga saham jatuh dari harga wajarnya. Namun masalahnya, TIDAK ADA SEORANG pun yang tahu, jika saham jatuh, maka akan jatuh sampai kapan. ASII saja pernah jatuh dari 30.000 ke 6000, BUMI dari 8750 hingga 380, ada pula yang jatuh dari 4000 hingga sampai 50.
Mungkin bagi aliran contrarian, sebaiknya sebelum melakukan riset terlebih dahulu, dan jangan serta merta mengatakan “GREED WHEN OTHER FEAR and FEAR WHEN OTHER GREED” atau “BELI PADA SAAT ORANG TAKUT dan JUAL PADA SAAT ORANG SERAKAH” sebab kita gak pernah tahu, Fear itu akan sampai seberapa fear dan greed akan sampai seberapa greed.
Pada Saat ASII turun dari 30.000 ke 15.000 mungkin banyak yang berpikir, INI SUDAH FEAR… beli…. eh turun terus hingga 6000, trus naik dari 6000 hingga 40.000 udah pada pikir ini GREED… JUAL.. eh naik terus hingga 70.000….
Nah disinilah letak kelebihan TREND FOLLOWER..dalam KASUS ASII jika digunakan MA 200, maka TREND FOLLOWER tidak akan beli di 6000 tapi mulai beli di 15.000 tepat setelah ASII menembus MA 200, dan tidak akan jual hingga 50.000 dan akan sedikit ada buy sell di kisaran 50.000 (bolak balik naik turun MA 200) tapi akan beli lagi di kisaran 50.000 dan jual di 58.000
Bagi seorang contrarian, jika jeli dia bisa beli di 6000an, tapi buat TREND FOLLOWER akan telat beli di 15.000 dan juga telat jual, harusnya bisa jual di 70 ribuan tapi nunggu indikator akhirnya telat di 58.000..
Kelemahan Trend Follower : SELALU TELAT
Kelemahan Contrarian : TIDAK ADA YANG PERNAH TAU KAPAN PALING FEAR DAN KAPAN PALING GREED