Batu Bara dan Tambang Batu Bara

Untuk pembahasan di awal agak ilmiah, tidak terlalu dibutuhkan uat di saham, namun ada baiknya dibaca buat nambah wawasan..

=========================================

Batu bara adalah salah satu bahan bakar fosil. Pengertian umumnya adalah batuan sedimen yang dapat terbakar, terbentuk dari endapan organik, utamanya adalah sisa-sisa tumbuhan dan terbentuk melalui proses pembatubaraan. Unsur utamanya terdiri dari karbon, hidrogen dan oksigen. Batu bara juga adalah batuan organik yang memiliki sifat-sifat fisika dan kimia yang kompleks yang dapat ditemui dalam berbagai bentuk. Analisa untuk memberikan rumus formula empiris seperti C137H97O9NS untuk bituminus dan C240H90O4NS untuk antrasit.

Pembentukan batu bara memerlukan kondisi-kondisi tertentu dan hanya terjadi pada era-era tertentu sepanjang sejarah geologi. Zaman karbon, kira-kira 340 juta tahun yang lalu adalah masa pembentukan batu bara yang paling produktif dimana hampir seluruh deposit batu bara (black coal) yang ekonomis di belahan bumi bagian utara terbentuk. Pada zaman Permian, kira-kira 270 juta tahun yang alu, juga terbentuk endapan-endapan batu bara yang ekonomis di belahan bumi bagian selatan, seperti Australia, dan berlangsung terus hingga ke zaman Tersier (70 – 13 juta tahun yang lalu) di berbagai belahan bumi lain.

Hampir seluruh pembentuk batu bara berasal dari tumbuhan. Jenis-jenis tumbuhan pembentuk batu bara dan umurnya menurut Diessel (1981) adalah sebagai berikut :

1.      Alga :  dari zaman Pre-kambrium hingga Ordovisium dan bersel tungga. Sangat sedikit endapan batu bara di perioda ini.

2.      Silofita : dari zaman Silur hingga Devon Tengah merupakan turunan dari Alga. Sedikit endapan batu bara di perioda ini.

3.      Pteridofita : umur Devon Atas hingga Karbon Atas. Materi utama pembentuk batu bara berumur karbondi Eropa dan Amerika Utara. Tetumbuhan tanpa bunga dan biji, berkembang biak dengan spora dan tumbuh di iklim hangat.

4.      Gimnospermae : kurun waktu mulai dari zaman Permian hingga Kapur Tengah. Tumbuhan heteroseksual, biji terbungkus dalam buah, semisal pinus, mengandung kadar getah (resin) tinggi. Jenis Pteridospermae seprti gangamopteris dan glossopteris adalah penyusun utama batu bara Permian seperti di Australia, India dan Afrika.

5.      Angiospermae : dari zaman Kapur Atas hingga kini. Jenis tumbuhan modern, buah yang menutupi biji, jantan dan betina dalam satu buga, kurang bergetah dibanding gimnospermae sehingga, secara umum kurang dapat terawetkan.

==============================

Penambangan batu bara adalah penambagan batu bara dari bumi. Batu bara digunakan sebagai bahan bakar. Batu bara juga dapat digunakan unutk membuat coke untuk pembuatan baja. Tambang batu bara tertua teretak di Tower Colliery di Inggris.

Berdasarkan tingkat proses pembentukannya yang dikontrol oleh tekanan, panas dan waktu, batu bara umumnya dibagi dalam lima kelas, yaitu :

1.      Antrasit adalah kelas batu bara tertinggi, dengan warna hitam berkilauan (luster) metalik, mengandung antara 86% – 98% unsur karbon (C) dengan kadar air kurang dari 8%.

2.      Bituminus mengandung 68 – 86% unsur karbon (C) dan berkadar air 8-10% dari beratnya. Kelas batu bara yang paling banyak ditambang di Australia.

3.      Sub-bituminus mengandung sedikit karbon dan banyak air, dan oleh karenanya menjadi sumber panas yang kurang efisien dibandingkan dengan bituminus.

4.      Lignit atau batu bara coklat adalah batu bara yang sangat lunak yang mengandung air 35-75% dari beratnya.

5.      Gambut, berpori dan memiliki kadar air di atas 75% serta nilai kalori yang paling rendah.

Proses perubahan sisa-sisa tanaman menjadi gambut hingga batu bara disebut dengan istilah pembatu baraan (coalification). Secara ringkas ada 2 tahap proses yang terjadi, yakni :

1.      Tahap Diagenetik atau Biokimia, dimulai pada saat material tanaman terdeposisi hingga lignit terbentuk. Agen utama yang berperan dalam proses perubahan ini adalah kadar air, tingkat oksidasi dan gangguan biologis yang dapat menyebabkan proses pembusukan (dekomposisi) dan kompaksi material organik serta membentuk gambut.

2.      Tahap Malihan atau Geokimia, meliputi proses perubahan dari lignit menjadi bituminus dan akhirnya antrasit.

Di Indonesia, endapan batu bara yang bernilai ekonomis terdapat di cekungan Tersier, yang terletak di bagian barat Paparan Sunda (termasuk Pulau Sumatera dan Kalimantan), pada umumnya endapan batu bara ekonomis tersebut dapat dikelompokkan sebagai batu bara berumur Eosen atau sekitar Tersier Bawah, kira-kira 45 juta tahun yang lalu dan Miosen atau sekitar Tersier Atas, kira-kira 20 juta tahun yang lalu menurut Skala waktu geologi.

Batu bara ini terbentuk dari endapan gambut pada iklim purba sekitar khatulistiwa yang mirip dengan kondisi kini. Beberapa diantaranya tegolong kubah gambut yang terbentuk di atas muka air tanah rata-rata pada iklim basah sepanjang tahun. Dengan kata lain, kubah gambut ini terbentuk pada kondisi dimana mineral-mineral anorganik yang terbawa air dapat masuk ke dalam sistem dan membentuk lapisan batu bara yang berkadar abu dan sulfur rendah dan menebal secara lokal. Hal ini sangat umum dijumpai pada batu bara Miosen. Sebaliknya, endapan batu bara Eosen umumnya lebih tipis, berkadar abu dan sulfur tinggi. Kedua umur endapan batu bara ini terbentuk pada lingkungan lakustrin, dataran pantai atau delta, mirip dengan daerah pembentukan gambut yang terjadi saat ini di daerah timur Sumatera dan sebagian besar Kalimantan.

Endapan batu bara Eosen yang telah umum dikenal terjadi pada cekungan berikut: Pasir dan Asam-asam (Kalimantan Selatan dan Timur), Barito (Kalimantan Selatan), Kutai Atas (Kalimantan Tengah dan Timur), Melawi dan Ketungau (Kalimantan Barat), Tarakan (Kalimantan Timur), Ombilin (Sumatera Barat) dan Sumatera Tengah (Riau).

Dibawah ini adalah kualitas rata-rata dari beberapa endapan batu bara Eosen di Indonesia:

kualitas rata-rata dari beberapa endapan batu bara Eosen di Indonesia

Endapan batu bara Miosen : pada Miosen Awal, pemekaran regional Tersier Bawah – Tengah pada Paparan Sunda telah berakhir. Pada Kala Oligosen hingga Awal Miosen ini terjadi transgresi marin pada kawasan yang luas dimana terendapkan sedimen marin klastik yang tebal dan perselingan sekuen batugamping. Pengangkatan dan kompresi adalah kenampakan yang umum pada tektonik Neogen di Kalimantan maupun Sumatera. Endapan batu bara Miosen yang ekonomis terutama terdapat di Cekungan Kutai bagian bawah (Kalimantan Timur), Cekungan Barito (Kalimantan Selatan) dan Cekungan Sumatera bagian selatan. Batu bara Miosen juga secara ekonomis ditambang di Cekungan Bengkulu.

Batu bara ini umumnya terdeposisi pada lingkungan fluvial, delta dan dataran pantai yang mirip dengan daerah pembentukan gambut saat ini di Sumatera bagian timur. Ciri utama lainnya adalah kadar abu dan belerang yang rendah. Namun kebanyakan sumberdaya batu bara Miosen ini tergolong sub-bituminus atau lignit sehingga kurang ekonomis kecuali jika sangat tebal (PT Adaro) atau lokasi geografisnya menguntungkan. Namun batu bara Miosen di beberapa lokasi juga tergolong kelas yang tinggi seperti pada Cebakan Pinang dan Prima (PT KPC), endapan batu bara di sekitar hilir Sungai Mahakam, KalimantanTimur dan beberapa lokasi di dekat Tanjungenim, Cekungan Sumatera bagian selatan.

Tabel dibawah ini menunjukan kualitas rata-rata dari beberapa endapan batu bara Miosen di Indonesia :

kualitas rata-rata dari beberapa endapan batu bara Miosen

kualitas rata-rata dari beberapa endapan batu bara Miosen

Potensi sumberdaya batu bara di Indonesia sangat melimpah, terutama di Pulau Kalimantan dan Pulau Sumatera, sedangkan di daerah lainnya dapat dijumpai batu bara walaupun dalam jumlah kecil dan belum dapat ditentukan keekonomisannya, seperti di Jawa Barat, Jawa Tengah, Papua, dan Sulawesi.

Di Indonesia, batu bara merupakan bahan bakar utama selain solar (diesel fuel) yang telah umum digunakan pada banyak industri, dari segi ekonomis batu bara jauh lebih hemat dibandingkan solar, dengan perbandingan sebagai berikut: Solar Rp 0,74/kilokalori sedangkan batu bara hanya Rp 0,09/kilokalori, (berdasarkan harga solar industri Rp. 6.200/liter).

Dari segi kuantitas batu bara termasuk cadangan energi fosil terpenting bagi Indonesia. Jumlahnya sangat berlimpah, mencapai puluhan milyar ton. Jumlah ini sebenarnya cukup untuk memasok kebutuhan energi listrik hingga ratusan tahun ke depan. Sayangnya, Indonesia tidak mungkin membakar habis batu bara dan mengubahnya menjadi energis listrik melalui PLTU. Selain mengotori lingkungan melalui polutan CO2, SO2, NOx dan CxHy cara ini dinilai kurang efisien dan kurang memberi nilai tambah tinggi.

Batu bara sebaiknya tidak langsung dibakar, akan lebih bermakna dan efisien jika dikonversi menjadi migas sintetis, atau bahan petrokimia lain yang bernilai ekonomi tinggi. Dua cara yang dipertimbangkan dalam hal ini adalah likuifikasi (pencairan) dan gasifikasi (penyubliman) batu bara.

Membakar batu bara secara langsung (direct burning) telah dikembangkan teknologinya secara continue, yang bertujuan untuk mencapai efisiensi pembakaran yang maksimum, cara-cara pembakaran langsung seperti: fixed grate, chain grate, fluidized bed, pulverized, dan lain-lain, masing-masing mempunyai kelebihan dan kelemahannya.

Cadangan batu bara dunia

Pada tahun 1996 diestimasikan terdapat sekitar satu exagram (1 × 1015 kg atau 1 trilyun ton) total batu bara yang dapat ditambang menggunakan teknologi tambang saat ini, diperkirakan setengahnya merupakan batu bara keras. Nilai energi dari semua batu bara dunia adalah 290 zettajoules. Dengan konsumsi global saat ini adalah 15 terawatt, terdapat cukup batu bara untuk menyediakan energi bagi seluruh dunia untuk 600 tahun.

British Petroleum, pada Laporan Tahunan 2006, memperkirakan pada akhir 2005, terdapat 909.064 juta ton cadangan batu bara dunia yang terbukti (9,236 × 1014 kg), atau cukup untuk 155 tahun (cadangan ke rasio produksi). Angka ini hanya cadangan yang diklasifikasikan terbukti, program bor eksplorasi oleh perusahaan tambang, terutama sekali daerah yang di bawah eksplorasi, terus memberikan cadangan baru.

Departemen Energi Amerika Serikat memperkirakan cadangan batu bara di Amerika Serikat sekitar 1.081.279 juta ton (9,81 × 1014 kg), yang setara dengan 4.786 BBOE (billion barrels of oil equivalent).

US, Rusia, China, India, Australlia dan Jerman adalah negara – negara dengan cadangan batu – bara terbesar di dunia, silahkan lihat tabel di bawah ini

Negara Dengan Cadangan Batu Bara Terbesar

Negara Dengan Cadangan Batu Bara Terbesar

Indonesia Sendiri nomer 16. Tapi nomer 10 Negara exportir batu – bara terbesar di Dunia..

Negara pengekspor batu bara utama :

Pengekspor batu bara berdasarkan negara dan tahun (dalam juta ton)

Negara 2003 2004
Australia 238,1 247,6
Amerika Serikat 43,0 48,0
Afrika Selatan 78,7 74,9
Uni Soviet 41,0 55,7
Polandia 16,4 16,3
Kanada 27,7 28,8
Republik Rakyat Cina 103,4 95,5
Amerika Selatan 57,8 65,9
Indonesia 200,8 131,4
Total 713,9 764,0

Bebera hal yang berhubungan dengan produksi batu bara Indonesia :

Berapa produksi batubara nasional saat ini?
Produksi tahun 2009 sekitar 250 juta ton, untuk tahun 2010 atau sekarang dapat ditanya kepada APBI  (Asosiasi Produseb BatubaraIndonesia).

Berapa besar potensi batubara nasional?
Potensi batubara  nasional , data 2009 jumlah sumberdaya batubara 105 milyar ton, Cadangan batubara P1 + P2  sekitar 21 milyar ton, cadangan terbukti sekitar 5 milyar ton

Di mana saja lokasi dari potensi batubara tersebut?
Lokasi sumberdaya batubara nasional terutama Kalimantan: Kaltim, Kalsel, Kalteng, Sumatera: Sumsel, Jambi, Bengkulu, Riau.

Jenis batubara apa saja yang diminati pasar dalam dan luar negeri ?
Batubara ada lah energi yang relatif murah saat ini. Jenis batubara yang diminati pasar luar negeri hampir semua jenis dari kalori tinggi, kalori sedang dan sekarang juga kalori rendah. Untuk pasar dalam negeri terutama kalori sedang dan kalori rendah.

Berapa harga batubara tersebut saat ini dan kecenderungannya kedapan bila dibandingkan dengan setahun kebelakang?
Harga batubara umumnya lebih murah dari pada gas dan minyak. Yang membedakannya adalah hanya jenis kandungan kalorinya, terutama terkait kekerasan dan kandungan sulfur batubara tersebut, sehingga ada klasifikasinya.

Untuk  trend harga kedepan diperkirakan akan meningkat karena kebutuhan/permintaan yang masih meningkat, penyediaan atau cadangan yang semakin turun dan biaya eksploitasi yang semakin tinggi. Selain itu harga minya juga menjadi faktor yang mempengaruhi harga batubara. Hal tersebut sudah terjadi sejak setahun kebelakang, karena permintaan semakin tinggi akibat naiknyha harga minyak dunia akhir-akhir ini.

Berapa konsumi dalam negeri dan berapa banyak untuk di ekspor?
Yang dikonsumsi dalam negeri tahun 2009 sekitar 65 juta ton. Sisanya diekspor.

Apakah ada perbedaan harga antara batubara yang dieksopor dengan yang dikonsumsi di dalam negeri?
Harga batu bara tergantung jenis/kandungan kalornya dan spesifikasi utama lainnya. Batubara yang digunakan didalam negeri tidak persis sama dengan yang diekspor. Informasi yang saya dapat secara umum harga ekspor lebih tinggi dari pada harga jual dalam negeri, dan karena itulah kadang-kadang terjadi kekurangan pasok didalam negeri.

Siapa saja konsumen batubara dalam negeri?
Konsumen batubara dalam negeri adalah perusahaan listrik yakni PLN, Indonesia Power, PJB, IPP seperti PLTU paiton, PLTU Cilacap, PLTU IPP lainnya. Disamping untuk listrik batubara juga digunakan dalam industri terutama pabrik pabrik semen.

Ke negara mana saja batubara tersebut dikirim?
Jawab: Batubara diekspor ke Jepang, Korea, Taiwan, Filipina, India Malaysia dll. Berapa besar pertumbuhan dan rincinya sebaiknya ditanyakan ke APBI atau Dir Batubara. ESDM.

Berapa banyak devisa dan royalti yang dihasilkan dari eskpor batubara?
Saya tidak tahu dan sebenarnya saya juga ingin mengetahui informasi ini tapi belum mendapatkan angka persisnya berapa. Secara umum dari eksploitasi batubara pemerintah memperoleh royalti 13,5 % dari produksi dan selain itu pemerrintah menerima pendapatran dari pajak batubara. Saya pernah mendengar dari APBI bahwa pajak tersebut kira kira 45% dari hasil bersih.

Royalti batu bara yang dikenakan Indonesia berdasarkan PP45/2003 tinggi dibanding produsen batu bara terbesar dunia, Tiongkok. Tiongkok menetapkan tarif 0,5-4 persen, sedangkan Indonesia juga juga lebih tinggi ketimbang negara tetangga seperti Malaysia (lima persen) dan Vietnam (satu hingga – delapan persen). Apalagi dana hasil produksi batu bara (DHPB) jauh lebih tinggi lagi, DHPB 13,5 persen untuk PKP2B bisa jadi yang tertinggi. Hal ini diungkapakan oleh Dirjen Mineral, Batubara dan Panas Bumi Departemen ESDM Simon F Sembiring, dalam situsnya, di Jakarta, Jumat (19/9/2008).

Diungkapkan juga, pendapatan pemerintah dari penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari batu bara (iuran tetap, royalti, dan penjualan batu bara bagian pemerintah) juga terus melambung. Pada 2004 penerimaan tersebut hanya Rp 2,57 triliun, 2005 naik menjadi Rp 4,69 triliun, dan meningkat lagi menjadi Rp 6,66 triliun tahun 2006. Tahun lalu, penerimaan menembus Rp 8,7 triliun dan tahun ini ditargetkan Rp 10,22 triliun.

Dengan kenaikan harga batu bara tersebut, aspirasi untuk menaikkan royalti atau DHPB adalah hal yang wajar dan perlu disikapi dengan baik oleh semua pihak. Ada yang mengusulkan agar sistem royalti batubara disamakan dengan migas, bahkan ada yang usul royalty dinaikkan 50 persen. Untuk itu perlu dilihat sistem yang membedakan diantar keduanya, termasuk kewajiban-kewajiban finansialnya, termasuk sistem cost recovery di migas yang tidak ada di batubara.

Lebih jauh dijelaskan, pertimbangan-pertimbangan di atas perlu difikirkan untuk mencari angka yang tepat untuk kenaikan besaran tersebut, yaitu Pemerintah mendapat keuntungan dan perusahaan juga tetap sehat dan berproduksi dengan baik. Maka angka 50 persen itu adalah angka emosional dan kurang masuk akal.
Bayangkan bila angka ini dikenakan pada perusahaan KP-KP batu bara  yang bertebaran di seluruh provinsi dan kabupaten, hampir dipastikan mereka tidak akan survive.

Hal – hal lain yang berhubungan dengan batu bara :

Peabody Energy adalah perusahaan batubara swasta terbesar di dunia. Perusahaan ini bermarkas di St. Louis, Missouri, AS. Produksi Peabody menyuplai sekitar 10 persen kebutuhan Amerika dan 2 persen kebutuhan dunia akan energi listrik.

Sampai saat ini, sebagian besar pembangkit listrik di dunia masih menggunakan batubara sebagai bahan bakar. Disinilah Peabody hadir sebagai pemasok batubara utama. Selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, Peabody juga mengekspor batubara ke lebih dari 21 negara, yang merepresentasikan setengah populasi dunia.

Peabody Energy pada awalnya didirikan oleh Francis Peabody beserta beberapa rekannya. Perusahaan ini dinamakan Peabody, Daniels & Company. Mulanya, perusahaan ini membeli batubara dari tambang-tambang kemudian menjualnya ke rumah-rumah atau industri di wilayah Chicago.

Pada tahun 1890, setelah membeli saham dari rekannya, Francis Peabody kemudian merubah nama perusahaan ini menjadi Peabody Coal Company.

Profil Beberapa Perusahaan batu Bara di Indonesia :

BUMI :

Berdasarkan penelusuran PedomanNews diketahui PT Bumi Resources Tbk, adalah  perusahaan batubara terbesar di Indonesia. Bumi tidak hanya bergerak dibidang Pertambangan, perusahaan ini juga bergerak di bidang  Minyak, Gas Bumi dan Mineral. Sebelum bergerak dalam bidang minyak, gas bumi dan pertambangan, perusahaan ini berkiprah di bidang perhotelan dan pariwisata dengan nama PT Bumi Modern Tbk.

Sejak tahun 1997, PT Bakrie Capital Indonesia mengambil alih 58,51% saham perusahaan dari Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912. Pada tahun 1990 perusahaan resmi mencatatkan diri di Bursa Efek Jakarta (sekarang Bursa Efek Indonesia) dan Surabaya.
Anda ingin tahu di manakah PT Bumi Resources  bermarkas? PT Bumi Resources Tbk, bermarkas di Wisma Bakrie Dua, lantai tujuh Jalan H.R Rasuna Said Kav. B.2 Jakarta.

PTBA :

Sejarah pertambangan batubara di Tanjung Enim dimulai sejak zaman kolonial Belanda tahun 1919 dengan menggunakan metode penambangan terbuka (open pit mining) di wilayah operasi pertama, yaitu di Tambang Air Laya.

Selanjutnya mulai 1923 beroperasi dengan metode penambangan bawah tanah (underground mining) hingga 1940, sedangkan produksi untuk kepentingan komersial dimulai pada 1938.

Seiring dengan berakhirnya kekuasaan kolonial Belanda di tanah air, para karyawan Indonesia kemudian berjuang menuntut perubahan status tambang menjadi pertambangan nasional. Pada 1950, Pemerintah RI kemudian mengesahkan pembentukan Perusahaan Negara Tambang Arang Bukit Asam (PN TABA).

Pada 1981, PN TABA kemudian berubah status menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk, yang selanjutnya disebut Perseroan. Dalam rangka meningkatkan pengembangan industri batubara di Indonesia, pada 1990 Pemerintah menetapkan penggabungan Perum Tambang Batubara dengan Perseroan.

Sesuai dengan program pengembangan ketahanan energi nasional, pada 1993 Pemerintah menugaskan Perseroan untuk mengembangkan usaha briket batubara.

Pada 23 Desember 2002, Perseroan mencatatkan diri sebagai perusahaan publik di Bursa Efek Indonesia dengan kode “PTBA”.

ADRO :

PT Adaro Energy Tbk dan anak perusahaan terlibat dalam penambangan dan perdagangan batubara produk, dan kegiatan pengangkutan batu bara di Indonesia, Asia, Eropa, dan Amerika. Perusahaan juga terlibat dalam kegiatan lokakarya, dan menawarkan jasa kontraktor pertambangan, infrastruktur, logistik batubara, dan layanan pembangkit listrik, serta memberikan jasa pertambangan, termasuk batu bara penanganan dan tongkang layanan, dan pemeliharaan dan jasa manajemen gedung. PT Adaro Energy Tbk didirikan pada tahun 2004 dan berkantor pusat di Jakarta, Indonesia. Website : www.adaro.com

Dalam rangka mencapai tujuan, Adaro terus berdiri pada strategi bisnis dari :

1.      pertumbuhan organik tahunan,

2.     meningkatkan efisiensi dan integrasi rantai pasokan batubara,

3.     memperoleh deposito kualitas batubara di Indonesia dan

4.     mengevaluasi penggunaan batubara peningkatan teknologi.

Adaro terus mengeksplorasi inisiatif untuk meningkatkan kapasitas produksi tahunan batubara menjadi 80 juta ton per tahun dalam jangka menengah. Pada 2010 ini fokus pada menjalankan proyek-proyek infrastruktur untuk lebih meningkatkan efisiensi dan biaya yang lebih rendah serta mencari peluang investasi dan akuisisi tambang batubara baru di Indonesia. Adaro berada di trek untuk melaksanakan tahap berikutnya yaitu integrasi dan rencana efisiensi untuk membangun Adaro yang lebih besar dan lebih baik. Setelah mendapatkan tongkang dan shiploading OML perusahaan untuk menjadi sepenuhnya terintegrasi dari “pit to port” pada tahun 2009, Adaro bertujuan untuk bergerak lebih lanjut hilir dan menyelesaikan integrasi vertikal dari rantai pasokan batubara dari “pit kekuasaan” dengan berinvestasi di Indonesia berkembang pesat batubara dipecat sektor tenaga listrik.

Dari Berbagai Sumber

Leave a Reply

Connect with:

No provider registered!
Please visit the Settings\ WP Social Login administration page to configure this plugin.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>