Salah satu cara melihat kondisi ekonomi suatu negara dan Bursa Efek negara itu menurut saya adalah kita bisa melihat kondisi banking negara tersebut. Awalnya saya membuat komparasi banking untuk membandingkan emiten perbankan di bursa efek, namun setelah dipikir – pikir lagi, posisi banking itu begitu penting bagi ekonomi negara dan juga bursa efek.
Dalam ekonomi dari jaman baheula hingga saat ini ada satu masalah yang sangat sulit dipecahkan, yaitu bagaimana bisa MENDISTRIBUSIKAN KEKAYAAN secara adil dan merata, sehingga problem sosial “KESENJANGAN SOSIAL” dapat diselesaikan. Di negara – negara majui seperti jepang , eropa dan US, tingkat kesenjangan sosialnya makin rendah. Dan cenderung negara maju memiliki kesenjangan yang lebih rendah daripada negara berkembang.
Dan bank merupakan salah satu agen yang bertugas untuk mendistribusikan kekayaan melalui pemberian kredit. Tugas utama bank adalah mengumpukan dana masyarakat dan MENYALURKAN kredit kepada yang membutuhkan. Saya katakan menyalurkan sebab bank tidak memiliki uang. Uang yang bank miliki berasal dari masyarakat. Dan disalurkan kembali kepada masyarakt dengan tingkat suku bunga tertentu.
Kita masuk ke inti topik ya….
1. Bisa dilihat dari margin.
Margin bank besar di Indonesia berkisar antara 9,8 – 40%
dan bahkan 3 besar berkisar antara 28%-40% (BBCA, BBRI dan BMRI)
dengan kata lain margin bank di indonesia tergolong sangat besar. dan hal ini menandakan bahwa selisih bunga antara vunga yang bank berikan pada masyarakt dan bunga kredit yang bank dapatkan dari kreditur dangat besar..
Positifnya buat induatri banking inodnesia adalah tingkat ketahanan / sustainabilitas nya sangat tinggi, dan sangat tahan goncangan, yang berarti seharusnya BEI pun bisa tahan goncangan .
2. Dilihat dari growth
Pertumbuhan emiten banking di BEI cukup beragam, ada yang -6% dan ada pula yang +69% Range nya amat lebar. Namun secara umum 3 besar BMRI, BBCA dan BBRI tunbuh anatara 20-57%. Yang berarti secara umum, indonesia masih menyimpan potensi pertumbuhan yang amat besar sehingga pertunuhan bank – bank besar di indonesia tergolong sangat tinggi. Angka 20% itu tergolong tinggi, apalagi 50%, tergolong SUPER TINGGI…
Perlu saya jelaskan bahwa
laba bersih bank dari kredit = laba dari kredit – kredit macet
dengan tingginya angka pertubuhan banking berarti tingkat kredit macet di perbankan indonesia tergolong rendah. Dan rendahnya tingkat kredit macet berarti kemampuan masyarakat indonesia untuk membayar hutang – hutangnya ttergolong tinggi dan dengan itu resiko ber investasi di indonesia juga rendah.
