Fundamental : Menilai Resiko (1)

  1. DER / Hutang

Point pertama :

Pandangan yang salah mengenai hutang adalah, “hutang selalu jelek” padahal hutang tidak selalu jelek. Kita lihat suatu contoh.

Pak Oentoeng mempunyai uang RP. 500 juta membeli sebidang tanah sebesar 200 Meter persegi. Uangnya pas untuk membeli tanah. Jika pak oentoeng jual lagi tanahnya saja, bisa laku maksimal 510 juta. Namun jika pak oentoeng hutang ke bank RP. 200 juta untuk bangun rumah, maka ditambah desain yang bagus dikit, maka pak oentoeng bisa jual seharga 800 juta. Pak oentoeng cuan 100 juta. Dikurangi dengan bunga hutang 20% x 200 juta = 40 juta, maka pak oentoeng net cuan 60 juta.  (20% karena 2 tahun bangun rumah, dengan suku bunga 10% per tahun).

Bandingkan kalau pak oentoeng tidak hutang, pak oentoeng hanya cuan 10 juta… Sementara jika berhutang, pak oentoeng bisa cuan lebih dari 10 juta..Ini hanya sebuah contoh dimana berhutang bisa lebih menguntungkan daripada tidak berhutang.

Kasus lagi ketika Pak Oentoeng berhutang dan bangun rumah tapi ternyata hasilnya malah sangat jelek, dan pembeli hanya mau membeli di bawah 700 juta.

Kasus lagi, pak oentoeng berhutang dengan mengharapkan keuntungan, eh tiba – tiba harga rumah jatuh ke RP. 700 juta, maka pak oentoeng harus tekor bunga hutang sebesar 40 juta..

Dari sini dapat kita lihat bahwa hutang tidak selalu jelek, tergantung cara perusahaan menggunakan hutang.

Point Ke-Dua :

Resiko ditentukan oleh rasio antara hutang dan modal bukan jumlah hutangnya.

Kita bandingkan 2 orang, Pak Engko punya modal 10 Miliar meminjam uang 1 miliar dengan pak Koe yang memiliki modal 100 juta meminjam uang 50 Juta, secara nilai pak engko meminjam uang lebih besar, 20x dari pinjaman pak koe yang hanya 50 juta.

Namun kalau kita lihat resikonya, pak Koe lebih berbahaya, sebab  dia meminjam setengah kali modal / 50% dari modal, sementara pak engko hanya 5% dari modal yang dia miliki.

Berarti ada 2 point sederhana yang bisa kita perhatikan tentang hutang :

  1. Hutang tidak selalu jelek atau bagus, tergantung kinerja perusahaan dalam mengelola hutang
  2. Resiko hutang tidak dilihat dari banyaknya hutang namun dari rasio hutang terhadap modal

Leave a Reply

Connect with:

No provider registered!
Please visit the Settings\ WP Social Login administration page to configure this plugin.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>