Kalau kita lihat dari tabel di atas, Indonesia posisi saat ini dalam ekonomi global, sebenarnya cukup bagus, dimana posisi Indonesia saat ini berada di posisi nomer 20 ekonomi dunia. Berarti Indonesia sudah tidak lagi dapat dipandang sebelah mata, namun sudah harus diperhitungkan.
Dan yang paling penting adalah, dalam beberapa tahun ke depan sepertinya peringkat Indonesia akan bisa lebih tinggi lagi, mengingat saat ini Posisi Indonesia dalam Rank GDP Growth Q2 di 20 negara dengan ekonomi terbesar ada di posisi nomer 2 tertinggi setelah India (7,8%), dan mengalahkan China (2,2%), silahkan lihat Tabel di bawah ini :
Terlihat bukan di Q2 2011, Indonesia mengalahkan China dan menjadi nomer 2 dalam rank GDP Growth. Di Q3 sendiri sepertinya indonesia tetap bisa di nomer 2, sebab ada event lebaran dimana pertumbuhan ekonomi yang di picu oleh konsumsi dalam negeri akan tinggi. Mengingat konsumsi masyarakat pada saat lebaran dan bulan buasa biasanya meninggi. Dan juga bank – bank menawarkan bunga kredit yang lebih ringan pada saat menjelang lebaran untuk kredit kendaraan bermotor dan pemilikian rumah.
Setelah itu di Q4 akan sedikit menurut mengingat akan tuup tahun dan tidak terlalu banyak event.
Untuk lebih memperjelas lagi, saya memakai satu lagi indikator makro ekonomi, yaitu GDP Growth YoY – Inflasi YoY. Perlu diketahui sebelumnya bahwa GDP Growth YoY berarti rata – rata warga negara bertambah kaya sebesar berapa persen. Misla dikatakan bahwa GDP Indonesia YoY = 6,5% berarti rata – rata kekayaan orang indonesia dalam setahun, bertambah sebesar 6,5%.
Nah, biasanya yang berhubungan dengan pertumbuhan GDP adalah angka Inflasi. biasanya makin tinggi GDP, maka makin tinggi pula inflasi, ini hal yang lumragh terjadi. Misal Negara A memiliki GDP Growth sebesar 6% namun Inflasi 9%, maka bisa dikatakan percuma saja GDP growth nya,karena walau rata – rata kekayaan warga negara tersebut bertambah 6%, namun jika rata – rata harga barang bertambah 9%, maka sesungguhnya nilai riil kekayaan rata – rata warga negara tersebut minus 3% (GDP – inflasi = 6 – 9 = -3%).
Biasanya inflasi menjadi momok bagi investor untuk investasi di suatu negara. Silahkan lihat tabel di bawah ini :
Dari tabel di atas didapatkan posisi Indonesia berada di nomer 2 tertinggi. Dan saat ini tidak banyak negara lain yang memiliki posisi seperti indonesia, dimana poertumbuhan ekonomi tinggi namun posisi inflasi rendah. Untuk ke depannya, sepertinya inflasi Q3 tidak akan terlalu tinggi, mengingat harga minyak (premium) tidak mengalami perubahan, serta pada agustus diperkitakan harga pertamax akan turun signifikan hingga di bawah 8000 bahkan di bawah 7500 jika WTI Crude Oil terus turun.
Dari sini kita melihat bahwa dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi serta inflasi yang rendah membuat resiko investasi di indonesia juga semakin rendah. Hal ini terlihat dari Indonesia 10 Years Goverment Bond yield (suku bunga obligasi bertenor 10 tahun) yang terus turun hingga posisi yang tergolong snagat rendah, dan memiliki kecenderungan untuk terus turun, silahkan lihat chart di bawah ini :
Bandingkan dengan 10 years Goverment bond negara – negara maju :
Paling parah adalah Yunani yang di atas 15% bahkan sempat 18% karena resiko defult sangat tinggi, disusul italy yang mulai menanjak karena memasuki krisis baru.
Sebagai Tambahan, silahakn lihat chart beberapa negara yang sudah masuk ke dalam daftar resiko tinggi gagal bayar :
Dapat dilihat dari yield di atas bahwa resiko investasi di negara – negara maju makin tinggi, sementara di indonesia makin rendah. Dan ini akan mendorong masuknya arus dana asing ke indonesia karena ada istilah “money never sleep” uang tidak pernah tidur, investor akan terus mencari celah dimana bisa menggandakan uang yang dimilikinya.
Untuk ke depannya, proyeksi pertumbuhan ekonomi indonesia bisa semakin tinggi karena hingga saat ini arus dana asing makin masuk ke indonesia serta banyak wilayah indonesia yang bisa dikembangkan, infrastruktur masih memiliki potensi yang sangat tinggi untuk dikembangkan. Dan potensi ini bisa menyerap banyak tenaga kerja yang memicu pertumbuhan ekonomi lebih tinggi lagi.
Dan juga sepertinya dalam waktu dekat peringkat indonesia yang saat ini berada satu tingkat di bawah invetment grade, akan segera ditingkatkan menjadi investment grade.







