Akhir – akhir ini sedang diwacanakan solusi kemacetan dengan menggunakan sistemn ganjil – genap. artinya mobil dengan plat nomer ganjil akan dibatasi menggunakan jalan pada hari2 tertentu, begitu pula dengan nomer genap. Akan dibatas pada hari – hari tertentu.
Hal ini bertujuan agar tingkat kemacetan akan berkurang. Dan agar masyarakat mau menggunakan transportasi masal.
Seperti halnya mata uang, selalu punya 2 sisi. DEPAN dan BELAKANG. Baik dan Buruk, diharapkan dan tidak diharapkan.
Conroh, jalan 3 in 1 yang diterapkan di beberapa ruas jalan di jakarta mengakibatkan muncul febnomena sosial yaitu Joki 3 in 1. Sesuatu yang sesungguhnya tidak diharapkan, karena solusi 3 in 1 tidak bener2 mengatasi masalah, namun hanya mengurangi. Inti permasalahannya tidak ditangani hingga ke akarnya.
Nah, saat ini ada solusi baru yang RENCANA nya akan diterapkan. yaitu pembatasan kendaraan dengan sistem ganjil genap.
Menurut saya ada beberapa akibat.
1. Tujuan tercapai, jumlah trafik kendaraan akan menurun 50%, dan penggunaan transportasi masal makin tinggi
2. Wah, kredit lagi murah2nya nih, likuiditas berlebihan, BELI aja mobil baru, dan atur agar mendapatkan pelat nomer yang diinginkan (ganjil atau genap). Alhasil penjualan mobil meningkat dan kemacetan tidak terlalu berkurang. Apalagi sistem transportasi masal di jakarta belum memadai unuk menampung penduduk jakarta yang terus bertambah.
Menurut saya solusi ini tidak bener2 mengatasi masalah, namun akan mengurangi kemacetan hingga masyarakat mampu membeli mobil baru (cash atau kredit) yang akan menambah kemcetan lagi, namun juga pertumbuhan ekonomi ikut terdongkrak.
lihat berita :
http://metro.vivanews.com/news/read/228603-sistem-ganjil-genap-bisa-diterapkan-agustus

Akan ada beberapa kebijakan yang akan di buat sebagai penunjang program tersebut saya kira pak.